Walikota Osaka Menyatakan Budak Seks dibutuhkan Dalam Perang

Walikota Osaka Menyatakan Budak Seks dibutuhkan Dalam Perang

Sebuah pernyataan kontroversial diucapkan oleh walikota Osaka, Toru Hashimoto. Ia mengatakan bahwa wanita penghibur seks dibutuhkan oleh para tentara dalam perang dunia kedua. Keberadaan wanita penghibur seks dalam perang dunia kedua bagi Jepang untuk memberikan tentara jepang kesempatan ‘Istirahat’ yang berkualiatas dari tingginya tensi perang.

“Untuk mempertahankan kedisiplinan dalam militer, pada saat itu hal ini memang sangat diperlukan,” kata Hashimoto sepereti dilansir BBC.co.uk.

wanita yang disebut Jugun Ianfi atau Budak Seks
Wanita yang disebut Jugun Ianfi atau Budak Seks Tentara Jepang. Jan Banning.

“Ketika para tentara ini mempertaruhkan hidup mereka dalam keadaan di mana peluru terbang di sekitar mereka seperti hujan dan angin, maka jika Anda ingin mereka untuk beristirahat, sistem wanita penghibur sangat diperlukan. Ini jelas kepada siapa pun.” Papar Hashimoto.

Pernyataan tersebut sungguh menyakitkan terutama bagi negara-negara tetangga yang terlibat dalam perang dunia kedua dengan Jepang. Pasalnya 200.000 lebih wanita-wanita penghibur seks tersebut berasal dari Cina, Korea Selatan, Filipina, Taiwan, bahkan dari Indonesia. Wanita-wanita tersebut disebut dengan Jugun Ianfu, yang berarti wanita yang dijadikan budak seks selama penjajahan Jepang di Perang Dunia kedua.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan pun menyatakan kekecewaannya atas apa yang mereka sebut sebagai seorang pejabat senior Jepang yang kurang serius memahami sejarah dan menghormati hak-hak perempuan.

“Sudah diketahui oleh seluruh dunia, bahwa isu wanita penghibur yang diperkosa semasa perang oleh tentara Jepang dalam perang dunia, merupakan pelanggaran terhadap hak asasi manusia,” ujar Kementrian Luar Negeri Korea Selatan.

Hingga saat ini sang Walikota belum menarik ataupun meralat pernyatannya, meskipun pihak pemerintah Pusat Jepang telah menunjukkan penyesalannya atas sikap sang Walikota yang dianggap tak peka terhadap situasi Jepang.

Baca juga:

Cerita Sedih Jugun Ianfu

Pendapat Anda