• Tag

  • Berita Pilihan

    malang7

    Foto-Foto Kota Malang Tempo Dulu

    Fotografikota malangMalangMalang Tempo Dulu

    Kota Malang, adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Timur. Kota ini berada di dataran tinggi sehingga memiliki hawa yang sejuk. Kota ini terletak 90 km sebelah selatan Kota Surabaya, dan wilayahnya dikelilingi oleh Kabupaten Malang. Malang merupakan kota terbesar kedua di Jawa Timur setelah Surabaya, dan dikenal dengan julukan kota pelajar.

    Seperti halnya kebanyakan kota-kota lain di Indonesia pada umumnya, Kota Malang modern tumbuh dan berkembang setelah hadirnya administrasi kolonial Hindia Belanda. Fasilitas umum direncanakan sedemikian rupa agar memenuhi kebutuhan keluarga Belanda. Kesan diskriminatif masih berbekas hingga sekarang, misalnya ”Ijen Boullevard” dan kawasan sekitarnya.

    Pada mulanya hanya dinikmati oleh keluarga-keluarga Belanda dan Bangsa Eropa lainnya, sementara penduduk pribumi harus puas bertempat tinggal di pinggiran kota dengan fasilitas yang kurang memadai.

    Kawasan perumahan itu sekarang menjadi monumen hidup dan seringkali dikunjungi oleh keturunan keluarga-keluarga Belanda yang pernah bermukim di sana.

    Kota malang juga tumbuh dan berkembang setelah mulai dioperasikannya jalur kereta api pada tahun 1879. Berbagai kebutuhan masyarakat pun semakin meningkat terutama akan ruang gerak melakukan berbagai kegiatan.

    Berikut ini adalah foto-foto Kota Malang tempo dulu, di mana terlihat Malang menjadi kota yang ramai dan banyak dengan bangunan-bangunan khas pemerintahan kolonial.

    malang1 Foto Foto Kota Malang Tempo Dulu
    Oro-Oro Dowo
    malang2 Foto Foto Kota Malang Tempo Dulu
    Balai Kota Malang
    malang3 Foto Foto Kota Malang Tempo Dulu
    Alun-Alun Kota Malang
    malang4 Foto Foto Kota Malang Tempo Dulu
    Alun-Alun Kota Malang
    malang5 Foto Foto Kota Malang Tempo Dulu
    Masjid Jami Malang
    malang6 Foto Foto Kota Malang Tempo Dulu
    Gereja Kota Malang

    Malang dikenal memiliki dialek khas yang disebut Boso Walikan, yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, misalnya Malang menjadi Ngalam, bakso menjadi oskab’, atau burung menjadi ngurub.

    Gaya bahasa masyarakat Malang terkenal egaliter dan blak-blakan, yang menunjukkan sikap masyarakatnya yang tegas, lugas dan tidak mengenal basa-basi.

    Advertisement
    Berita Terkait
    Berita Terkait
    Diskusi