• Trending

  • Kurikulum-2013

    Kurikulum 2013, Mampukah Mengangkat Kualitas Pendidikan di Indonesia?

    NasionalKurikulum 2013PendidikanSekolah

    Kurikulum pendidikan di Indonesia memang agak tertinggal dengan negara lainnya, maupun negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Namun, pemerintah terus mengkaji untuk meningkatkan mutu dan kualitas peserta didik, agar mampu bersaing dengan dunia global dengan rencana menerapkan kurikulum 2013.

    Yang terbaru, pemerintah sedang menguji coba kurikulum baru untuk tingkat SD dan SMP, yang akan mulai diterapkan pada tahun ajaran 2013 – 2014 mendatang. Apa saja hal baru yang ada di kurikulum baru ini? Mari kita simak beberapa alasan pemerintah, sehingga mengkaji kurikulum baru.

    Alasan mengapa pemerintah melakukan pembaruan ini, tentu saja untuk mempersiapkan generasi penerus, akan arus globalisasi yang sudah mulai kita rasakan. Selain itu, masalah lingkungan hidup, kemajuan teknologi informasi, konvergensi ilmu dan teknologi, dan ekonomi berbasis pengetahuan, juga menjadi alasan pemerintah untuk segera melakukan perubahan yang diperlukan.

    Hal tersebut jelas karena seorang siswa di era globalisasi, harus menguasai beberapa kemampuan dasar seperti, kemampuan berkomunikasi, kemampuan berpikir jernih dan kritis, kemampuan mempertimbangkan segi moral suatu permasalahan, kemampuan menjadi warga negara yang efektif, dan kemampuan mencoba untuk mengerti dan toleran terhadap pandangan yang berbeda.

    Lalu, perubahan apa yang dibuat oleh pemerintah?

    Yang pertama adalah pola pembelajaran. Selama ini, kita tahu bahwa pendidikan di Indonesia, masih berpusat pada guru. Hal ni menyebabkan kurang aktifnya siswa untuk mencari tahu.

    Kurikulum 2013 1 Kurikulum 2013, Mampukah Mengangkat Kualitas Pendidikan di Indonesia?

    Untuk itu, kurikulum 2013 akan membuat siswa lebih aktif untuk mencari solusi. Hal tersebut diharapkan mampu merangsang para peserta didik, untuk lebih bisa berpikir kritis.

    Yang kedua adalah, pola penilaian. Kalau saat ini output atau hasil pembelajaran yang menjadi dasar penilaian, maka pada 2013 tak hanya output yang akan menjadi dasar penilaian, tetapi juga proses menuju output itu sendiri. Sepertinya cukup adil.

    Imbas dari perubahan kurikulum ini adalah pengurangan beberapa mata pelajaran, misalnya untuk tingkat SD dari 10 menjadi 7 mata pelajaran. Sedangkan SMP, hanya akan mempunyai 10 mata pelajaran saja. namun, jangan senang dulu. Karena aka nada penambahan jam pelajaran untuk memastikan kurikulum baru ini berhasil.

    Menengok keberhasilan negara-negara maju di Eropa tentang keberhasilan pendidikan, tentu saja tidak hanya menitikberatkan kepada kurikulumnya. Tetapi juga kualitas pendidik, seperti di Finlandia misalnya. Selain kuat secara kurikulim dan pola pembelajaran, para gurunya pun memiliki kualitas yang sangat tinggi, sehingga dapat meningkatkan persentase kelulusan siswanya.

    Diskusi