Ternyata Tanah Di Bulan Mengandung Air
SainsAirBulanpartikel air- Aksi Pembakaran Al Qur’an Akan Dilakukan Kembali Oleh Terry Jones - 23 May 2013
- Yamaha 250cc Berambisi Kalahkan Mesin Ninja 250R - 20 May 2013
Temuan terbaru dari tim ilmuwan Universitas Tennessee, Amerika Serikat diterbitkan dalam jurnal Nature Geoscience. Penelitian tentang adanya partikel air di bulan. Hasil analisisnya mampu menggeser sebuah pandangan tradisional mengenai kondisi bulan yang semuanya kering
Peristiwanya diawali pada tahun 2009, ketika satelit Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) menabrak salah satu kawah di bulan. Hal itulah yang menjadi salah satu dasar adanya penelitian oleh tim ilmuwan Universitas Tennessee, Amerika Serikat tentang partikel air di bulan. Tim ilmuwan tersebut selanjutnya melakukan analisis sampel tanah salah satu kawah di bulan.
Adapun hasil analisis para ilmuwan yang disampaikan pada Senin, 15 Oktober 2012 yaitu sampel tanah tersebut berisi air dalam bentuk senyawa. Senyawa tersebut berupa senyawa hidroksil. Senyawa hidroksil banyak tersebar dalam sampel tanah di bulan. Akhirnya tim ilmuwan sepakat untuk memastikan bahwa air dihasilkan pada permukaan bulan.
Badai matahari (aliran konstan partikel bermuatan yang terlontar dari matahari) merupakan bagian dari proses pembentukan airnya. Badai matahari tersebut terus terpapar di bulan. Hal tersebut terjadi karena di bulan tidak mempunyai perisai pelindung seperti bumi. Itulah dasar proses pembentukan air di bulan.
Seorang peneliti bernama Yang Liu juga mengungkapkan hal senada yaitu air serupa mungkin juga dijumpai di planet Merkurius dan asteroid Vesta atau Eros. Pada intinya semua lingkungan di antariksa ini memiliki kemungkinan dapat menghasilkan air.
