Para Arkeolog Kuak Bisnis Kriminal dari Rumah Sakit di London Abad Ke-19
SainsAhli Bedahrahasia medisrumah sakit london- Tas Dengan Ornamen Stude Menjadi Tren Tahun 2012 Ini - 24 November 2012
- Negara-negara yang Telah Melegalkan Ganja Untuk di Konsumsi - 24 November 2012
Untuk mencapai suatu keberhasilan tak jarang seseorang harus mengorbankan beberapa hal. Mungkin hal inilah yang dialami para ahli bedah di abad ke-19. Mereka di hadapi pada pilihan-pilihan yang sulit, dimana mereka harus mengembangkan kemampuan dengan dua pilihan sebagai medianya, menggunakan jasad curian atau pada manusia yang masih hidup.
Pada tahun 2006 Lalu, para arkeolog di buat terkejut setelah menggali 260 belulang jasad manusia dari tahun 1825 dan 1841. Bukan karena kuburan massal itu terlupakan tapi lebih karena kerangka dalam kubur yang dianggap tak wajar. Ketakwajaran terlihat dari beberapa kerangka yang memiliki empat kaki dan tiga lengan yang diamputasi maupun di autopsi.
Dari hasil ini pula, para arkeolog berhasil menguak sejarah kelam di Royal London Hospital dan rumah sakit lainnya di Inggris. Dimana pada tahun 1820, London menjadi kota lembaga pendidikan bedah, yang memiliki 17 sekolah anatomi swasta. Sehingga tak bisa dipungkiri bahwa sangat susah untuk mendapatkan jasad sebagai bahan bedah.
Hal ini mendorong terjadinya bisnis yang sangat brutal di awal tahun 1800-an. Selain itu, pada abad tersebut dunia bedah memiliki standar yang dianggap sangat berbahaya untuk saat ini. Bayangkan, untuk sebuah penyakit patah tulang, para ahli bedah langsung mengamputasi pasien tanpa diberi anestesi ataupun antiseptik sebelumnya. Hal ini memaksa pasien untuk berhadapan dengan risiko paling berbahaya yaitu kematian akibat kehilangan banyak darah dan infeksi.
Jika ingin berhasil para ahli bedah juga dituntut harus cepat dan super teliti. Sedangkan untuk mereka yang masih belajar, dituntut harus bisa lebih dari pada yang lainnya. Dan masa itu, satu-satunya sumber legal jasad untuk praktek berasal dari kriminal yang dieksekusi, diangkut langsung dari tiang gantungan.
Akibat dari susahnya mendapatkan jasad untuk dipraktekkan, para pelaku kriminal mencoba mengembil keuntungan dari kesempitan itu. Tak jarang mereka membunuh seseorang agar bisa dijual untuk para pelajar. Dan mereka yang diketahui berasal dari orang tak mampu yang seringkali dijadikan korban pembunuhan.
Saat ini tulang belulang yang bertema “Doctors, Dissection and Resurrection Men” tengah dieksplorasi secara detail di pameran terbaru yang digelar di Museum of London.
BBC








