Sosok Bung Karno Dibuat Patung Lilin

Sosok Bung Karno Dibuat Patung Lilin

Walau jasadnya telah terkubur sejak 42 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 21 Juni 1970. Sosok Soekarno yang juga dikenal sebagai Bapak Proklamator, masih terus dikenang dan menginspirasi hingga saat ini. Bahkan, Museum Madame Tussauds di Bangkok, Thailand mengabadikan sosok Soekarno dalam sebuah patung lilin.

Senin, 24 September 2012, peresmian patung tersebut diadakan di Bangkok dan dihadiri oleh putri Soekarno, yakni Megawati Soekarnoputri dan Sukmawati Soekarnoputri.

Sebelum patung dibuat, terlebih dahulu dilakukan penelitian untuk memperoleh fakta-fakta bedasarkan data yang dikumpulkan pada saat Bung Karno di Uni Soviet, di Amerika Serikat, maupun pada saat kunjungan ke PBB. Selain itu, pihak keluarga besar Soekarno juga memberi informasi untuk membantu proses pembuatan patung. Hingga akhirnya bisa diketahui secara detil, mulai dari warna kulit, postur tubuh dan lain sebagainya.

Figur yang ditampilkan dalam patung lilin itu adalah gambaran sosok Bung Karno saat menyampaikan pidato berjudul To Build A World a New pada 30 September 1960 di depan Sidang Umum PBB. Patung itu dilengkapi dengan tongkat kebesaran Bung Karno berbahan “kayu rampung”, suatu jenis kayu langka dan bertuah. Didesain oleh putra Megawati, Prananda Prabowo.

Peci yang menjadi ciri khas Bung Karno secara khusus dipesankan oleh Puti Guntur Soekarno di Bandung, di penjahit khusus yang berdasarkan kesejarahan yang ada, menjadi tempat pemesanan peci yang biasa dipakai Bung Karno. Secara keseluruhan, pembuatan patung lilin Soekarno menelan biaya produksi hingga 8 miliar rupiah.

Patung tersebut dibuat sebagai sebuah bentuk penghormatan yang diberikan oleh Madame Tussauds untuk bapak proklamator Soekarno, dengan dukungan dari Tourism Authority of Thailand.

Pendapat Anda