Di Korea Selatan Ada Klinik Mewah Khusus Hewan Peliharaan
Nasionalgangnamklinikkorea selatanpet shopBangunan yang terletak di distrik Gangnam, Seoul, Korea Selatan ini lebih tampak seperti gedung perkantoran jika dilihat dari luar. Namun siapa sangka, ternyata gedung berlantai dua ini adalah rumah sakit khusus hewan peliharaan.
Irion Animal Hospital diresmikan pada bulan Februari 2011, sebagai tempat one stop perawatan hewan. Tak hanya klinik, di Irion juga terdapat salon, toko makanan bahkan hotel yang kesemuanya diperuntukkan bagi hewan, khususnya kucing dan anjing.
Irion menyediakan 36 kamar berbagai ukuran serta peralatan medis high-end. Untuk menginapkan hewan disini, pengunjung harus membayar biaya yang cukup besar, berkisar antara 300 ribu hingga 1,5 juta rupiah per malam tergantung kamar dan fasilitas apa saja yang ingin didapatkan. Wow!
Meskipun mahal, sekitar 2000 anjing dan kucing datang ke Irion setiap bulan untuk menjalani berbagai tahap perawatan. Bahkan selama liburan musim panas, semua kamar habis dipesan.
Dikutip dari situs afp.com, Park So-Yeon, kepala perusahaan DBS yang menjalani klinik Irion mengatakan:
Saya membuka Irion karena melihat industri perawatan hewan cukup menjanjikan disini. Selain karena perkembangan faktor ekonomi dan budaya memelihara hewan yang tumbuh di Korea. Fasilitas yang tesedia bukanlah kemewahan, melainkan kebutuhan bagi pemelihara hewan. Mereka belum menemukan fasilitas yang memadai sebelum adanya Irion.
Menurut statistik, hampir 20 persen rumah tangga di Korea Selatan memiliki hewan peliharaan, 95 persen diantaranya adalah anjing. Namun hal tersebut dinilai masih lambat dalam perkembangan industri pet shop, dikarenakan tradisi orang Korea yang kerap membiarkan hewan peliharaannya keluar rumah, selain mengonsumsi daging anjing.
Namun dewasa ini, mengonsumsi daging anjing sudah mulai ditinggalkan karena kesadaran masyarakat yang menganggapnya sebagai aib internasional. Bulan Juni lalu, Korea Dog Farmer Association bahkan membatalkan festival dogmeat karena protes dari aktivis hak binatang.



Discussion