Berita Pilihan

4

Kembang Kuning, Komplek Makam Tempat Tinggal Tunawisma Surabaya

Nasionalmakamsurabayatunawisma

Mendengar kata makam, kebanyakan orang akan terbayang dengan segala hal yang menyeramkan. Jangankan untuk berdiam diri, sekedar lewat pun pasti dengan langkah yang terburu-buru. Kesan angker memang sangat lekat dengan “rumah terakhir” ini, belum lagi ditambah cerita mistis yang kerap menyebar dari mulut ke mulut, turun temurun hingga menjadi mitos.

Tapi kesan tersebut tak berlaku bagi sekelompok tunawisma di kota Surabaya, malah mereka menjadikan makam sebagai tempat bermukim.

153 Kembang Kuning, Komplek Makam Tempat Tinggal Tunawisma Surabaya

Kembang Kuning merupakan komplek pemakaman yang cukup terkenal di Surabaya, tepatnya di sekitar Jalan Diponegoro. Kembang Kuning sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda, memang dikhususkan bagi pemakaman orang Belanda beragama Kristen, Yahudi serta orang-orang pribumi yang bekerja sebagai pegawai pemerintahan kolonial. Total makam berjumlah sekitar 5000.

231 Kembang Kuning, Komplek Makam Tempat Tinggal Tunawisma Surabaya

Karena bangunan makam yang bisa dibilang megah, lengkap dengan atap, bisa dijadikan faktor mengapa pemakaman ini dijadikan pemukiman oleh para tunawisma. Tak sekedar untuk tidur, tapi benar-benar sebagai tempat tinggal lengkap beserta perabotan dan pakaian yang mereka punya.

324 Kembang Kuning, Komplek Makam Tempat Tinggal Tunawisma Surabaya

Di malam hari, suasana bukan menjadi senyap dan seram, melainkan ramai karena tempat ini dijadikan tempat wanita pekerja seks komersial menjajakan dirinya. Warung kopi pun tersedia bagi para lelaki hidung belang yang ingin singgah.

Mungkin karena letaknya yang tak jauh dari pusat lokalisasi Asia Tenggara “Gang Dolly”, membuat Kembang Kuning dijadikan tempat “alternatif”. Mengingat para PSK yang ada rata-rata berusia diatas 30 tahun, yang mungkin kalah saing dengan PSK belia di Gang Dolly.

Foto: dok. Tempo

Related Posts

Related Posts

Discussion