Tarsius, Si “Unyu” Yang Semakin Langka
SainsHewanhewan langkaOrangUtanPenyutarsiusMelihat hewan yang “unyu-unyu”, anda pasti merasa gemas. Apalagi, melihat tingkahnya yang lucu, tak jarang mengundang senyum dan tawa. Namun, rupanya tingkah lucu para binatang ini kemungkinan besar tak bisa dinikmati anak cucu kita di masa depan karena hewan-hewan lucu yang ada di Indonesia ini terancam punah. Mau tahu siapakah mereka? Nih, informasinya
Tarsius, Hewan Langka di Indonesia
Bola mata yang besar dan ukurannya yang mini menjadi ciri khas yang membuat hewan ini terlihat lucu. Tarsius termasuk ke dalam ordo primata dengan ukuran yang paling kecil dibanding primata lain. Ukuran tubuhnya hanya sekitar 10-15cm. Binatang ini memiliki nama tarsius karena tulang kaki belakangnya (tarsus) memiliki panjang hingga dua kali panjang tubuhnya. Ekornya berukuran panjang dan berbentuk seperti ekor tikus. Bulu Tarsius berwarna coklat muda atau coklat abu-abu. Uniknya lagi, tarsius aktif pada malam hari atau biasa disebut nokturnal. Hal ini membuatnya memiliki ketajaman mata yang lebih baik daripada manusia.
Tarsius memangsa serangga, kadal, burung, ular, dan kelelawar kecil. Dia melompat dari pohon ke pohon dimana si mangsa berada dengan gerakan cepat. Badannya yang kecil membuatnya mampu memanjat pohon dengan cepat untuk mengejar mangsa. Tarsius tidak suka hidup terkekang dalam kurungan, habitatnya berada di hutan liar dengan jangkauan satu hektar setiap pasangnya. Mereka akan stress dan bunuh diri jika berada dalam kurungan.
Si imut ini hanya bisa ditemui di Filipina Barat dan Sulawesi. Jenis Tarsius terbanyak terdapat di Sulawesi. Namun, keberadaan Tarsius semakin terancam punah. Hal ini diakibatkan oleh perusakan hutan yang merupakan satu-satunya habitat Tarsius. Tahun 2008, tarsius jenis Siau merupakan tarsius yang paling terancam punah. Bisa diprediksi, anak cucu kita kelak tidak bisa melihat si mungil ini lagi. Bahkan, mungkin kita sendiri tidak bisa lagi melihatnya dalam beberapa tahun ke depan.
Orangutan Korban Penebangan Hutan dan Penganiayaan
Primata yang satu sangat unik karena memiliki kekerabatan yang dekat dengan manusia. Bahkan, tingkat kesamaan DNAnya dengan manusia mencapai 96,4%. Orangutan juga memiliki jari-jari layaknya manusia sehingga mereka bisa menggenggam. Bahkan, mereka memiliki lima indra seperti kita dan dapat menggunakannya dengan baik.
Lebih uniknya lagi, si unyu yang satu ini hanya ada di Indonesia, yaitu di Kalimantan dan Sumatra sehingga jenisnyapun dibedakan berdasarkan habitatnya. Kecerdasan orangutan terlihat saat mereka bisa menggunakan tongkat untuk mengambil makanan. Selan itu, orangutan jantan memiliki kantung tenggorokan yang besar sehingga mereka bisa memanggil sang betina dalam radius 1km. Suara itu juga digunakan untuk mencegah pejantan lainnya mendekati pasangannya.
Lagi-lagi, orangutan yang jadi primadona Indonesia ini terancam punah. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh predator utama mereka, yaitu manusia. Orangutan menjadi korban perdagangan ilegal baik di dalam negeri maupun internasional, padahal orangutan dilindungi secara hukum. Perdagangan ilegal ini banyak memakan korban induk orangutan karena untuk mengambil anak orangutan, induknya harus dibunuh.
Selain perdagangan ilegal, perusakan hutan oleh manusia juga menjadi pemicu punahnya hewan langka ini. Selain itu, akhir-akhir ini juga banyak diberitakan mengenai penganiayaan orangutan hingga menyebabkan berkurangnya jumlah spesiesnya. Baru-baru ini dikabarkan tentang matinya orangutan akibat terbakar. Dapat diperkirakan, orangutan akan menjadi salah satu jenis kera besar yang pertama punah.
Penyu Teman Dinosaurus
Pernahkah anda menonton film Sammy Adventure? Jika sudah menontonnya, anda pasti kenal baik dengan kura-kura laut yang satu ini. Hewan bertempurung ini memiliki sejarah yang panjang, diperkirakan 145-208 juta tahun yang lalu Penyu sudah ada bersama dengan dinosaurus. Keunikan lainnya, Penyu menghabiskan waktunya dengan berkelana. Dalam waktu 58-73 hari, penyu dapat menempuh jarak 3000 km. Selain itu, si imut ini bernapas dengan paru-paru seperti kita sehingga sesekali perlu naik ke daratan untuk mengambil oksigen. Habitat penyu tersebar di seluruh benua di dunia, termasuk di Indonesia khususnya Bali.
Penyu betina lebih sering menunjungi daratan daripada penyu jantan, karena mereka harus menelurkan telurnya yang jumlahnya ratusan. Namun, dari keseluruhan jumlah tersebut, hanya belasan tukik (bayi penyu) yang mampu hidup hingga dewasa. Hal ini disebabkan oleh predator seperti burung, ikan besar, dan pemangsa lainnya terutama manusia. Para predator inilah yang menyebabkan penyu juga termasuk ke dalam hewan lucu yang terancam punah. Penyu termasuk hewan yang dilindungi hukum, tapi tetap saja penyu menjadi sasaran manusia untuk disantap dan dijadikan cenderamata.
Semuanya belum terlambat, kecuali saat kita hanya bisa melihat fosil-fosil mereka. Lindungi mereka mulai dari sekarang. Caranya? Tanam pohon, hentikan penebangan liar, tegakkan hukum yang kuat untuk melindungi mereka, dan cintai mereka dengan tidak merusak lingkungannya. Bukan hanya tiga hewan ini tentunya, cintai hewan lain dan tumbuhan di sekitar anda sebagaimana mestinya. Bukankah manusia diciptakan untuk menjadi pemimpin di bumi? memimpin makhluk hidup lainnya menuju bumi yang indah, bukan malah menjadi predator bagi mereka.



Discussion