• Trending

  • simulasi-lahar-2

    Simulasi Aliran Lahar Panas Untuk Kesenangan Dan Science

    Sainsgeologigunung meletuslahar

    Ilmu geologi merupakan salah satu ilmu yang bisa dipelajari dan digeluti oleh orang-orang yang luar biasa, hal itu karena mereka bisa mendapatkan kesenangan hanya dengan melihat sebongkah batu. Apabila anda diberikan sebongkah batu di hadapan Anda, kemungkinan hanya dalam waktu beberapa menit saja anda bosan dan melempar batu tersebut.

    Batu besar yang mengeluarkan asap dan semburan cairan panas serta membuat aliran lahar panas memiliki kesan yang unik dan menarik bagi setiap orang, bukan hanya ahli geologi. Yup, itu batu besar itu adalah gunung berapi.

    simulasi lahar Simulasi Aliran Lahar Panas Untuk Kesenangan Dan Science

    Gunung berapi yang murka akanmenyemburkan cairan panas dan lahar tingi-tinggi ke arah atmosfir, diselingi kepulan asap panas dan api yang menyala-nyala, fenomena alam ini disebut dengan gunung meletus. Fenomena alam ini akan menjadi hal menakutkan sehingga setiap kali ada gejala gunung meletus maka secara sigap pemerintah mengavakuasi penduduk sekitar gunung, dan hal ini juga akan menjadi hal yang menarik dan unik untuk diamati dan diteliti.

    simulasi lahar 2 Simulasi Aliran Lahar Panas Untuk Kesenangan Dan Science

    Namun sayangnya untuk mengamati gunung meletus secara dekat akan mengancam jiwa kita, namun ada beberapa peneliti dari Universitas Syracuse yang mengatasi hal tersebut dengan membuat sebuah simulasi aliran lahar panas.

    Bahan yang dipakai adalah basalt, basalt dihacurkan dan dipanaskan dalam tungku khusus yang bersuhu tinggi. Setelah dipanaskan dalam waktu yang lama maka lahar cair yang panas dan berwarna kemerah-merahan akan dituang yang akan menjadi aliran lahar, aliran lahar ini akan dinikmati dan dipelajari oleh ahli geologi di kampus tersebut.

    simulasi lahar 3 Simulasi Aliran Lahar Panas Untuk Kesenangan Dan Science

    Penelitian ini diselenggarakan dengan tujuan dapat mengetahui sifat dan prilaku aliran lahar sebagai langkah pengendalian situasi pada bencana gunung meletus.

    Diskusi