Selamatkan Dunia dengan Makan Serangga dan Meninum Urin
Sainsmakan seranggaSeranggaMenu makanan yang menyajikan serangga, mungkin sudah tak asing lagi untuk beberapa negara. Bahkan negara-negara mengkalaim bahwa mengonsumsi serangga adalah sebagai pilihan alternatif pada segi kesehatan. Namun bagaimana jika meminum air urin?
Dalam upaya mencegah krisis air yang diduga menjadi salah satu masalah besar Dunia, para ilmuwan menilai bila seseorang mengonsumsi serangga serta meminum urin adalah solusi terbaik saat ini. Pada tahun 2012 FAO (organisasi pangan dan pertanian) dari PBB mengatakan bahwa manusia harus sudah mulai bertani dan memakan serangga guna mencegah kelaparan serta tuntutan yang ekstrim terhadapa konsumsi daging. Tentu saja serangga serta urinyang dimaksud adalah serangga serta urin yang telah melewati proses steril.
Meski telah steril, tetap saja membujuk seseorang untuk mau mengonsumsi kedua menu tersebut bukanlah sesuatu yang mudah. Mengingat manusia memiliki rasa jijik terhadap serangga. Manusia cenderung menganggap remeh serangga, meskipun telah diklaim sebagai sumber vitamin.
Profesor Paul Rozin dari University of Pennsylvania telah melakukan tes uji pada beberapa siswanya. Pada sebuah Studi di tahun 1986, Rozin meminta agar para siswa meminum secangkir jus dan menilai rasanya, dan semuanya siswa melakukannya. Setelah itu, Rozin memasukkan kecoa kedalam jus yang sama dan mengaduk jus dan kembali mengeluarkan kecoa dari dalam wadah jus. Lalu Rozin kembali menminta para siswa untuk meminum jus yang sama tadi. Dan hasilnya, tak satu siswapun yang mau meminumnya.
Dalam studi itu Rozin menjelaskan kepada siswanya, bahwa beberapa serangga sangat bagus untuk dikonsumsi manusia. Dari penjelasannya, Jangkrik dinilai sebagai salah satu sumber kalsium yang tinggi. Selain jangkrik, juga ada ulat yang memiliki sumber zat besi yang fantastis, thiamin, serta sumber ribovlavin.
Menurut Rozin, mengubah pikiran manusi terhadap suatu makanan memang hal yang sulit, apalagi memaksa dengan cara yang drastis. Namun Rozin yakin, manusia akan dapat terpengaruh dan mau mengonsumsi serangga dan waktu yang relatif lama. Mengingat sebenarnya makanan serta minuman yang selama ini dikonsumsi manusipun tak terlepas dari serangga.
Rozin yang juga disebut sebagai ‘raja jijik’ mengatakan, selama ini manusia selalu menolak jika diminta untuk mengunyah serangga, padahal tanpa sadar mereka juga telah mengonsumsi bintang itu pada kehidupan sehari-harinya. Bahkan serangga-serangga yang selama ini dikonsumsi itu lebih menjijikkan dibandingkan serangga dalam bentuk yang utuh.
Wired

Discussion