Pengalaman Pribadi: Penipuan Dengan Modus Menang Undian
NasionalPenipuanundianMelalu posting ini saya akan berbagi cerita tentang pengalaman saya berurusan dengan penipu dengan modus menang undian. Sayang sekali saya tidak sempat merekam pembicaraan, tapi saya akan coba menceritakan sesuai dengan ingatan saya. Kejadianya kemarin malam tanggal 15 agustus, pukul 23:09 WIB.
Tak seperti biasanya handphone saya berdering di malam hari. Saya pikir ini pasti telpon yang sangat penting, saya langsung sambar handphone Saya dan menjawab panggilan tersebut.
Saya: Halo, selamat malam.
Penipu: Selamat malam Pak, perkenalkan saya Toni Wijaya, mohon maaf Saya mengganggu bapak malam hari karena harus menyampaikan poin yang sangat penting.
Entah kenapa setelah mendengar logat dan gaya bicara orang tersebut saya langsung berpikir, ini mungkin penipu. Saya langsung menyuruh istri anak Say auntuk memelankan suara dan saya aktifkan loudpseaker agar pembicaraan ini bisa di dengar bersama.
Saya: Ada informasi penting apa Pak?
Penipu: Apa bapak tadi melihat acara di global tv jam 11 malam?
Saya: Tidak Pak.
Penipu: Oh begitu, baiklah pantas saja telpon bapak dan keluarga tak bisa dihubungi. Jadi begini Pak, bapak baru saja memenangkan undian dari XL dalam rangka ulang tahun ke xx (saya lupa bagian ini). Syukur Alhamdullilah ya, Bapak mau terima hadiah ini atau mau disumbangkan?
Saya: Saya terima saja Pak
Penipu: Baiklah dengan Bapak siapa ini?
Saya: Saya Mufti Ali Pak
Penipu: Jadi begini Pak hadiah nya jumlah nya 4.300.000 rupiah, alhamdullilah ya Pak. Karena bapak mau mengambil hadiah ini, maka ada dua cara mengambil nya, yaitu bapak datang ke procenter XL atau melalui rekening. Bagaimana bapak mau ambil malam ini ke procenter?
Saya: Iya pak saya mau ambil di procenter.
Penipu: Lokasi bapak di mana? apa ada procenter XL di situ?
Saya: Saya di mampang prapatan Jakarta, Ada Pak.
Penipu: Begini Pak, karena ini sudah malam, sebaiknya bapak ambil saja lewat rekening melalui ATM box. Perlu saya sampaikan juga, kami tidak memungut biaya, seribu rupiah pun kami tidak memungut biaya dan kami tidak akan minta PIN atau rekening Bapak.
Saya: Ya sudah pak transfer saja hadiah nya ke nomor rekening Saya.
Penipu: Begini Pak, karena ini acara pribadi perusahaan, maka kami tidak melibatkan bank, untuk mempermudah bapak maka saya programkan hadiah nya di ATM box. Bapak ke ATM saja sekarang nanti Saya pandu dari sini. Bapak punya rekening apa?
Saya: Saya pake rekening BCA Pak.
Penipu: Baiklah kalau begitu, rekening BCA ya, apakah ada ATM BCA di dekat rumah bapak?
Saya: Ada Pak.
Penipu: Berapa lama Bapak bisa sampai ke ATM? Bapak jalan kaki atau naik motor?
Saya: Sepuluh menit Pak, Saya naik motor.
Penipu : Baiklah kalau begitu, bapak ke ATM box sekarang, handphone nya jangan dimatikan, Saya tunggu 10 menit.
Saya: Baik Pak, Saya ke ATM box sekarang
Kemudian saya mencari kunci motor, agak lama mencarinya sampai istri saya menemukanya.
Penipu: Pak, bapak sudah berangkat belum?
Saya: Belum Pak, saya cari kunci motor dulu.
Kemudian saya nyalakan mesin motor dan berputar-putar di depan rumah sekitar 2 menit, saya berhenti dan mesin motor Saya matikan.
Penipu: Pak, apakah bapak sudah sampai?
Saya: Sudah pak, Saya sudah sampai.
Penipu: Apakah ada antrian di situ?
Saya: Tidak ada Pak.
Penipu: Apakah bapak sudah berada di ATM box?
Saya: Sudah Pak.
Penipu: Kalau begitu cepat bapak masukan ATM bapak dan masukan PIN.
Saya: Baik Pak.
Penipu: Sudah Pak?, ada bacaan apa di layar ATM?
Waduh, memasuki bagian ini Saya sudah mulai bingung. Saya tidak bisa ingat dengan jelas apa yang akan ada di layar ATM setelah saya memasukan PIN.
Saya: Ada banyak pilihan Pak, pengambilan tunai dan transaksi lainya.
Penipu: Aduh Bapak bagaimana, seharus nya di layar nya tidak seperti itu Pak, coba Bapak keluarkan ATM bapak dan coba sekali lagi.
Saya: Baik Pak.
Penipu: Bagaiamana Pak sudah Bapak masukan PIN nya?, ada bacaan apa?
Saya: Sama seperti tadi Pak.
Penipu: Aduh Bapak bagaimana sih, bacaan di layar harus nya tidak seperti itu.
Saya: Emang seharusnya seperti apa Pak?
Penipu: Seharus nya di situ ada pilihan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris.
Saya: Oh iya, saya tadi pilih Bahasa Indonesia.
Penipu: Baiklah lah sekarang dilayar ada bacaaan apa?
Saya: Sama Pak seperti yang tadi
Penipu: Waduh bapak sebenar nya sudah di ATM box apa masih di rumah?
Saya: Saya di ATM Pak
Penipu: Bapak seharus di situ itu ada pilihan m-banking dan sebagainya, nanti baru bapak masukan kode dari Saya.
Saya: Oh begitu ya Pak?
Penipu: Bapak sebenarnya sudah di ATM box atau masih di rumah?
Saya: Saya di ATM Pak..
Penipu: Kalau Bapak di ATM, seharus nya saat bapak memasukan PIN itu ada bunyi nya, sekarang Bapak katakan saja yang sejujurnya kalau bapak masih di rumah.
Saya: Saya di ATM Pak, saya minta kodenya saja, biar saya masukan sendiri.
Kemudian dia menyebut kode yang mungkin no rekening dia, baru menyebutkan 4 digit dia berhenti.
Penipu: Bapak sebenar nya di ATM box atau di rumah?, jangan main main ya, semua kegiatan bapak sudah Saya rekam, nomor rekening bapak berapa?
Kemudian saya sebutkan no rekening saya.
Penipu: Jadi benar ya atas nama Mufti Ali, bapak jangan main-main ya, bapak sudah kami rekam.
Saya: Pak hadiahnya kita bagi dua aja pak, transfer saja ke rekening saya tadi.
Penipu: Jadi bapak masih di rumah ya, jangan main-main ya, Saya blokir rekening bapak besok ya, saya sudah merekam kegiatan bapak.
Saya: Pak jadi harus nya Bapak tau dong sekarang Saya lagi ngapain?
Setelah itu si penipu mulai emosi. Dia mulai marah marah dan mengeluarkan kata kata kotor . Dari semua makian yang dia berikan kepada saya, hampir semuanya saya paham artinya. Cuma hanya ada satu kata yang saya tidak paham. Yaitu dia menyebut saya anak kampang atau anak gampang, saya tidak ingat betul.
Saya: Baik Pak Saya anak kampang.
Penipu mulai memaki lagi tapi dengan nada yang cukup rendah.
Saya: Ah Bapak stupid ah..
Kemudian pembicaraan kita berakhir. Pembicaraan terjadi selama 22 menit 26 detik.
Kesimpulan
Maksud Saya menulis tulisan ini adalah untuk berbagi pengalaman. Jadi apabila Anda mendapatkan telpon seperti ini, Anda tidak mudah tertipu. Saya mohon maaf apabila tulisan ini menyakiti atau menyinggung perasaan orang lain. Untuk logat bahasa nya sebenarnya mudah diketahui, karena logat nya masih kelihatan unsur logat atau aksen daerah.
Discussion