Besok Jamaah An-Nadzir Berlebaran, Namun Lusa Baru Melakukan Shalat Ied
NasionalLebaransulawesi- Sahkan Pernikahan Gay, Perancis Akan Larang Sebutan Ibu dan Bapak - 27 September 2012
- Alasan Mengapa Jendela Pesawat Tak Boleh Dibuka - 27 September 2012
Jamaah An-Nadzir yang penganutnya terpusat di Kelurahan Mawang, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menetapkan Jumat, 17 Agustus 2012 sebagai 1 Syawal 1433 Hijriah. Dalam arti, mereka merayakan Idul Fitri pada esok hari. Hari ini adalah hari terakhir mereka berpuasa, tepatnya sampai pukul 11.00 Wita.
Yang unik, walau mereka besok berlebaran, namun tidak disertai dengan shalat Ied karena bertepatan dengan perayaan kemerdekaan Republik Indonesia. Shalat Ied akan ditunda sampai Sabtu. Penundaan pelaksanaan shalat Ied ini karena menghormati umat muslim yang turut berjuang dalam meraih kemerdekaan Republik Indonesia.
Dikutip dari tempo.co, Ustadz Lukman, pemimpin jemaah An-Nadzir mengatakan:
Berdasarkan tanda-tanda yang ada, Insya Allah, Kamis, 16 Agustus 2012 pukul 11.00 Wita sudah terjadi pergantian bulan dari Ramadan ke Syawal, bulan akhir Ramadan akan terbit sekitar pukul 05.30 Wita. Sehingga 1 Syawal otomatis jatuh pada hari Jumat tanggal 17 Agustus. Karena bersamaan dengan peringatan 17 Agustus, maka kami menunda Lebaran hingga hari Sabtu.
Sebelumnya jemaah An Nadzir menetapkan tanggal 1 Ramadan 1433 Hijriah pada hari Kamis, 19 Juli 2012. Berbeda dengan versi pemerintah yang menetapkan awal puasa pada 21 Juli.
Ajaran An-Nadzir masuk ke Kabupaten Gowa melalui Syech Muhammad Al Mahdi Abdullah, imam kaum An-Nadzir pada tahun 1998. Jamaah ini, berbeda dengan jemaah lainnya karena mereka mengenakan jubah dan sorban berwarna hitam yang dipadukan dengan ikatan kepala berwarna putih dan berambut pirang. Khusus pada bulan Ramadhan, mereka meniadakan tarawih dan membiasakan berbuka puasa setelah shalat Magrib.