Berita Pilihan

kok

Kupu-kupu di Sekitar Fukushima Alami Mutasi Genetik

SainsKupu-kupumutasi genetikradiasi nuklir jepang

Sejak runtuhnya reaktor Daiichi di Fukushima akibat tsunami yang sempat melanda Jepang pada tahun 2011, mengakibatkan menyebarnya radiasi skala besar di daerah Fukushima.

Sesaat setelah insiden itu terjadi, para Ilmuwan langsung melihat perubahan yang terjadi pada makhluk hidup di sekitar Fukushima yang salah sataunya adalah kupu-kupu.

2 Bulan pasca terjadinya kecelakaan itu, para Ilmuwan Jepang mengumpulkan sekitar 144 kupu-kupu berkulit biru pucat dengan jenis Zizeeria Maha dari 10 lokasi di Jepang, termasuk Fukushima.

article 2188017 0B9685BE00000578 559 634x434 Kupu kupu di Sekitar Fukushima Alami Mutasi Genetik

Dari seluruh kupu-kupu yang di teliti ada sekitar 12% kupu-kupu yang dinyatakan terkena dampak atas paparan bahan radiaktif dari reaktor nuklir. Efek yang terjadi adalah ke-12 % kupu-kupu tersebut mengalami yang namanya mutasi genetik.

Perubahan yang terjadi tampak pada jumlah kaki yang bertambah, antena, serta pada bntuk sayap yang tak seperti kupu-kupu pada umumnya. Kupu-kupu ini pun kemudian disimpan di laboratorium untuk mendapatkan generasi selanjutnya.

article 2188017 148A3442000005DC 700 634x879 Kupu kupu di Sekitar Fukushima Alami Mutasi Genetik

Tak berhenti sampai disitu, Setelah 6 bulan setelah gempa yang melanda Jepang, para ilmuwan kembali melakukan penelitian terhadap 240 kupu-kupu dari lokasi yang sama.

Hasilnya, kupu-kupu yang diambil pada bulan September itu menunjukkan perubahan genetik yang sangat parah dibandingkan dengan kupu-kupu generasi kedua yang di ternakkan di laboratorium.

Akibat dari hasil penelitian ini, Dunia sepertinya akan semakin khawatir atas efek jangka panjangnya Efek jangka panjang sendiri telah terlihat pada generasi-generasi muda Hiroshima dan Nagasaki.

Dari kesimpulan para peneliti, efek jangka panjang yang terjadi pada makhluk hidup dapat disebabkan oleh makanan yang terkontaminasi radiasi ataupun dari mutasi materi genetik yang diturunkan dari generasi ke generasi.

Untuk mencegah efek ini terus berlanjut, maka para ilmuwan pun berencana akan terus melakukan penelitian terhadap kupu-kupu, karena kupu-kupu merupakan hewan yang palin sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Related Posts

Related Posts

Discussion