Pesona Bali Dan Kisah Toleransi Beragama Dalam Film “Rumah Di Seribu Ombak”
NasionalBalirumah di seribu ombakToleransi dalam berbagai hal adalah faktor mutlak dalam menyikapi perbedaan, juga sebagai langkah penting menghindari perpecahan. Untuk menjaga keutuhan masyarakat yang berdaulat dalam Bhineka Tunggal Ika, menghargai ragam pemikiran dan juga menghembuskan angin perdamaian di penjuru tanah air.
Faktor tersebut ditangkap dengan cerdas oleh seorang sineas, lalu mengangkatnya ke layar lebar dengan judul Rumah Di Seribu Ombak.
Film ini disutradai oleh Erwin Armada, disadur dari novel buatannya yang berjudul sama. Rumah Di Seribu Ombak menceritakan kehidupan di seputar Singaraja, Bali, masyarakat di sana didera kemiskinan namun tetap bertekad mempertahankan persahabatan. Perbedaan yang terjadi, termasuk agama, tidak membuat masyarakat di sana jadi bentrok. Masyarakat bahu-membahu ingin membangun sekolah. Kisah ini terasa semakin indah karena dibalut dengan pesona alam yang eksotis di kawasan pantai Lovina, Bali.

Salah satu hal yang menarik dari film Rumah di Seribu Ombak adalah keterlibatan drummer grup band Superman Is Dead (S.I.D) Jerinx yang berperan sebagai tokoh warga di Singaraja, Bali, bernama Ngurah Panji. Selain berakting, Jerinx juga terlibat dalam mengisi soundtrack film Rumah di Seribu Ombak lewat hits single milik Superman Is Dead berjudul Kuat Kita Bersinar.
Film ini dibintangi oleh Lukman Sardi dan sederet wajah baru dengan kualitas mumpuni yaitu Risjad Aden, Dedey Rusma, Andania Suri, Riman Jayadi, Andre Julian, Bianca Oleen dan Tania Grace. Dijadwalkan rilis di bioskop saat libur Lebaran pada bulan Agustus 2012.
Discussion