Menelusuri Keasrian Alam Dan Nilai Sejarah Di Kampung Naga
Nasionalkampung nagatasikmalayaWisataSuasana liburan masih berlangsung, beragam kegiatan refreshing pun tentu menjadi prioritas, diantaranya adalah berwisata. Bagi anda yang tinggal di kawasan Jabodetabek, ada sebuah tempat wisata yang menarik serta bernilai edukasi untuk dikunjungi, yaitu Kampung Naga.
Keasrian alamnya masih terjaga, serta akan anda temui hangatnya sosialisasi antar warga yang mungkin hampir hilang di kehidupan perkotaan.

Terletak di kampung Legok Dage, Desa Neglasari, Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Dari Jakarta, lebih mudah dicapai melalui Garut.
Dari pusat kota Garut, perjalanan darat ditempuh sekitar satu jam melewati jalan berkelok dan menanjak khas pegunungan dengan jarak kurang lebih 26 kilometer. Arahkan perjalanan menuju Singaparna, lalu turun di jalan raya yang menghubungkan Garut dan Tasikmalaya.

Untuk menuju Kampung Naga dari arah jalan raya Garut – Tasikmalaya harus menuruni tangga sampai ke tepi sungai Ciwulan dengan kemiringan sekitar 45 derajat, berjarak kira-kira 500 meter. Kemudian melalui jalan setapak menyusuri sungai Ciwulan sampai ke dalam Kampung Naga.

Sesampainya disana, anda akan disuguhkan dengan sejuknya udara, rerimbunan pohon serta gemericik aliran sungai, panoramanya cocok untuk anda yang hobi memotret.
Anda juga dapat berinteraksi dengan penduduk kampung ini,tanpa sungkan dan dengan sikap bersahabat, mereka akan menjelaskan panjang lebar tentang budaya serta sejarah kampung yang konon sudah ada sejak ratusan tahun lalu.

Kampung Naga seluas satu setengah hektar terdiri dari 113 bangunan, 110 rumah dihuni sekitar 108 kepala keluarga. Semua bangunan baik rumah atau masjid menggunakan kayu dan atap dari alang-alang.
Di luar kawasan satu setengah hektar tersebut, rumah-rumah diperkenankan dibangun seperti rumah modern dengan seng dan batu bata.
Merupakan hal yang tepat jika destinasi wisata sejarah dan budaya ini terjadwal dalam agenda wisata anda bersama keluarga. Selamat berlibur.
Discussion