China Membangun Mega Proyek Apartemen Seluas 5000 Hektar Di Angola
NasionalAngolaApartemenChinaKilambaAngola adalah sebuah negara yang terletak di Afrika bagian barat daya dengan luas dua kali lebih besar dari pulau Kalimantan. Negara ini merupakan salah satu produsen kopi utama di dunia dan termasuk negara terkaya di Afrika berkat sumber alamnya, terutama minyak, bijih besi, intan, dan tembaga.
Produksi minyak merupakan sumber ekonomi terbesar negara ini dan mempunyai prospek yang bagus. Dengan adanya perjanjian ekonomi strategis di tahun 2002 dengan China, maka investasi besar-besaran oleh perusahaan China sekarang berada di sektor konstruksi dan metalurgi.
Salah satu pembangunan sektor konstruksi adalah, pembangunan mega komplek apartemen di Nova Cidade de Kilamba yang terletak sekitar 30km dari ibukota Luanda. Dibangun diatas lahan seluas 5000 hektar yang dilakukan oleh China International Trust and Investment Corporation (CITIC).
Biaya pembangunan sebesar 3,5 milyar dollar dan dipersiapkan untuk menampung 500.000 orang. Angka yang fantastis memang, namun pembangunan ini seluruhnya dibiayai uang pemerintah Cina yang harus dikembalikan Angola dalam bentuk minyak mentah.
Permasalahan yang terjadi, harga apartemen – apartemen yang ditawarkan di Kilamba berkisar antara US$120.000 hingga US$200.000. Harga itu tentu jauh di atas kemampuan sebagian besar rakyat Angola yang berpendapatan kurang dari 20.000 rupiah per harinya.
Setelah setahun diresmikan, dari 2.800 apartemen yang disediakan, hanya 220 unit yang terjual. Dan membuat pemukiman ini seperti kota mati.
Pemerintah Angola masih yakin bahwa proyek pembangunan kota Kilamba ini akan menuai sukses, pembangunan kota Kilamba adalah proyek unggulan pemerintah yang digunakan untuk memenuhi janji Presiden Jose Eduardo dos Santos yaitu membangun satu juta rumah dalam waktu empat tahun.




Discussion