Studi Terbaru, Meminum Kopi Dapat Mencegah Kanker Kulit
Nasionalkanker kulitmanfaat kopiMinum kopi telah menjadi sebuah kegiatan yang rutin dilakukan dan menjadi bagian kebudayaan dunia. Trend minum kopi telah menjadikan bisnis besar mulai dari sisi perkebunan kopi, jual beli, sampai bisnis gerai kafe. Contohnya yang terkenal adalah Starbucks Coffee yang kabarnya memiliki 2000 gerai di seluruh Amerika dan 5715 gerai di seluruh dunia.
Di Indonesia sendiri, rasanya jarang kita mendengar orang Indonesia yang tak menyukai minuman yang konon ditemukan oleh bangsa Etiophia di benua Afrika sekitar tahun 1000 SM. Di tiap sudut dan jalanan kota khususnya Jakarta, dengan mudah dapat kita temukan penjual kopi, mulai warung pinggir jalan, menggunakan sepeda, hingga kafe berpenyejuk udara dengan fasilitas Wi-Fi. Minum kopi secara tak langsung telah menciptakan kelas sosialnya tersendiri.
Dari segi kesehatan pun telah ditemukan berbagai manfaatnya seperti, dapat mengurangi resiko penyakit Alzheimer, Parkinson dan meningkatkan memori jangka pendek. Dan ada lagi manfaat kopi yang ditemukan melalui studi oleh para peneliti di Harvard Medical School, Boston. Perempuan yang mengonsumsi tiga cangkir kopi setiap hari, 21 persen lebih rendah untuk mengembangkan basal cell carcinoma (BCC) yang memicu resiko kanker kulit, dibandingkan perempuan yang minum secangkir kopi per bulan.

Sel BCC menyumbang sekitar 80 persen dari semua kasus kanker kulit, sel ini tidak mudah menyebar ke bagian tubuh lain dan jarang mematikan. Paparan matahari dan sinar ultraviolet adalah penyebab utama timbulnya sel BCC.
Namun dengan penemuan ini bukan berarti secangkir kopi dapat menggantikan pemakaian tabir surya. Seperti dikutip dari bussinessinsider.com, seorang profesor epidemologi Harvard School of Public Health mengatakan,
Saya berharap bahwa orang tidak akan menghabiskan banyak waktu diluar terkena sinar matahari, karena mereka rajin mengonsumsi kopi. Ada lebih banyak hal pencegahan timbulnya sel BCC yang perlu kita mengerti.
Discussion