Mengenal Sejarah Pesawat Fokker-27
Nasionalanthony fokkerFokker-27- Sahkan Pernikahan Gay, Perancis Akan Larang Sebutan Ibu dan Bapak - 27 September 2012
- Alasan Mengapa Jendela Pesawat Tak Boleh Dibuka - 27 September 2012
Menjelang sore pada tanggal 21 juni 2012 tepatnya sekitar pukul 14.30, kabar mengejutkan tentang jatuhnya pesawat ramai diberitakan. Fokker-27 jatuh menimpa beberapa rumah penduduk di Komplek Rajawali, Halim, Jakarta Timur.
Sebelas orang tewas dalam musibah ini, empat diantaranya adalah warga sipil, dua belas korban juga mengalami luka – luka dan masih dalam perawatan RSAU Esnawan Antariksa, Halim Perdana Kusumah.
Pesawat Fokker-27 dikembangkan oleh produsen pesawat Fokker milik Anthony Herman Gerard Fokker di Amsterdam.
Ia adalah pria berkebangsaan Belanda yang lahir di Kediri, Jawa Timur pada tanggal 6 April 1890. Orang tuanya bekerja sebagai pengawas perkebunan kopi di wilayah Kediri. Anthony Fokker wafat di usia 49 tahun pada tanggal 23 Desember 1939.
Fokker 27 merupakan pesawat bermesin turboprop, Mesin turboprop adalah jenis mesin pesawat yang menggunakan turbin gas untuk menggerakkan baling-baling.
Produksi komersial pertama kali untuk maskapai penerbangan Irlandia, Aer Lingus pada bulan November 1958. Pesawat ini terjual hampir 800 juta unit dari rentang tahun 1958 hingga 1986.
TNI AU mulai mengoperasikan pesawat ini sejak tahun 1976 melalui Skuadron 2 Wings Operasi 001 Lanud Halim Perdanakusuma.
Fokker sudah gulung tikar sejak tahun 1996 lalu diambil alih oleh Stork Aerospace Group. Tahun 2009, Stork Aerospace Group berubah nama menjadi Fokker Aerospace Group, dan tahun 2011 kembali berganti nama menjadi Fokker Technologies.

