9 Mantan Kriminal Amerika Yang Telah Merubah Hidupnya
NasionalAmerikadanny trejoKriminal- Sahkan Pernikahan Gay, Perancis Akan Larang Sebutan Ibu dan Bapak - 27 September 2012
- Alasan Mengapa Jendela Pesawat Tak Boleh Dibuka - 27 September 2012
Di Indonesia, kita mengenal sosok Anton Medan. Seorang penjahat kelas kakap yang mempunyai sepak terjang di dunia kriminalitas. Ia adalah mantan perampok, bandar judi dan telah sering keluar masuk bui. Setelah insyaf, hidupnya kini berubah, belakangan ia justru kerap melakukan siraman rohani dengan tugasnya sebagai da’i.
Di Amerika ada beberapa kisah serupa dengan Anton Medan, dari seorang mafia hingga buronan FBI yang telah merubah jalan hidupnya meninggalkan dunia kriminal.
Berikut kisah – kisah mereka.
1. Kevin Mitnick

Seorang hacker yang termasuk dalam daftar orang paling dicari oleh FBI. Ketika ia berusia 16 tahun, ia meng-hack sistem komputer Digital Equipment Corporation dan mencuri software mereka. Menjadi buronan selama hampir tiga tahun sebelum akhirnya ditangkap pada tahun 1995 dan tujuh tahun kemudian dibebaskan.
Kini Mitnick mempunyai perusahaan Mitnick Security, membantu perusahaan lain menemukan penyimpangan dalam sistem keamanan mereka.
2. Georgia Durante

Siapa sangka, wanita ini adalah pengemudi ulung. Ia pernah menjadi sopir untuk membantu pelarian para mafia. Setelah merubah hidupnya, kini ia mendirikan Performance Two, perusahaan pelatihan khusus para stunt driver. Georgia juga menerbitkan otobiografi berjudul “The Company She Keeps”
3. Frank William Abagnale

Pada usia antara 16 dan 21, Frank membuat cek palsu senilai $2.500.000 dan berhasil mengelabui seorang pilot, dokter, pengacara dan dosen. Ia kemudian ditangkap oleh polisi Perancis dan dipenjara selama 5 tahun. Kisahnya pernah difilmkan dengan judul “Catch Me If You Can” besutan sutradara Steven Spielberg, dibintangi oleh Leonardo DiCaprio dan Tom Hanks. Kini ia mendirikan Abagnale & Associates, perusahaan konsultasi kasus penipuan.
4. Kweisi Mfume

Setelah kematian kedua orangtuanya, ia memutuskan berhenti sekolah dan mulai bekerja untuk menafkahi adik perempuannya. Ia juga mulai nongkrong di sudut jalan sambil mabuk bersama teman – temannya, beberapa kali dipenjara karena tuduhan pencurian. Kehidupan Kweisi berubah setelah ia sadar bahwa ia tak lagi bisa hidup terus menerus dengan keadaan itu. Lalu ia melanjutkan pendidikan untuk memperoleh gelar sarjana.
Selepas pendidikan, ia menyertakan diri dalam pemilihan anggota dewan kota Baltimore dan akhirnya terpilih.
5. Junior Johnson

Sama seperti Georgia Durante, Johnson merupakan pengemudi handal. Namun ia menyalahgunakan kemampuannya untuk menyelundupkan alkohol di North Carolina sekitar tahun 1940. Johnson dipenjara selama setahun, setelah bebas ia menggunakan keterampilannya untuk mengikuti lomba balap NASCAR. Ia menjuarai 50 dari 313 turnamen, sisanya ia termasuk dalam 10 besar.
6. Larry Jay Levine

Larry dihukum 10 tahun penjara karena terkait narkotika, penipuan, pelanggaran dan kepemilikan senjata otomatis. Ketika bebas, ia menggunakan pengalaman dan pengetahuannya di penjara dengan mendirikan Wall Street Prison Consultants, sebuah konsultan dan pelayanan hukum bagi pelaku kejahatan.
7. Greg Mathis

Saat remaja, Mathis bergabung dengan salah satu gangster di kota Detroit, melakukan tindak kejahatan dan keluar masuk penjara. Hidupnya berubah setelah sang ibu didiagnosa menderita kanker. Mathis melanjutkan kuliah di Eastern Michigan University dan mendapatkan gelar sarjana lalu mendaftar ke sekolah hukum.
Kini ia mempunyai reality show yang membahas tentang hukum dan telah tayang sejak tahun 1999.
8. Danny Trejo

Jika dilihat sekilas, wajahnya terasa tak asing bagi para penggemar film Hollywood. Memang, lelaki ini kerap kali berakting sebagai pria jahat dalam berbagai film. Namun sebelum menjadi aktor, selama 12 tahun Danny menghabiskan waktunya dengan merampok toko dan telah merasakan penjara di seantero California.
9. Stephen Richards

Ia menghabiskan sembilan tahun di penjara karena tertangkap saat menjual ganja. Selepas di penjara, ia menempuh pendidikan di University Of Winconsin lalu melanjutkan ke Iowa State University. Kemudian menjadi guru besar peradilan pidana di University Of Winconsin dan menerbitkan beberapa buku kriminologi.
Sumber : businessinsider.com