Viagra Himalaya, Jamur Liar yang Terancam Punah
Nasionalviagra himalayaSudah lama yarchagumba atau yang lebih dikenal dengan sebutan viagra himalaya menjadi tumpuan ekonomi penduduk di kaki Himalaya. Yarchagumba telah Namun beberapa tahun terakhir, jamur liar yang terkenal berkat kualitas afrodisiak-nya atau kemampuan meningkatkan gairah seksual ini semakin sulit didapatkan dan tentu saja membuat hasil panen para penduduk pun berkurang. memilki pasar yang besar, permintaan yang semakin berdatangan membuat harga jamur ini melejit menjadi $11.500 USD per 450 gramnya.
Para Ilmuan menduga Ada dua faktor yang menyebabkan kelangkaan jamur ini yaitu dipetik secara belebihan atau adanya perubahan iklim didaerah pegunungan di Utara Nepal tersebut.
Narendra Thekare, seorang penjelajah gunung, menduga bahwa faktor penyebabnya adalah cuaca. Thekare menjelaskan bahwa sudah dua bulan terakhir ini area pegunungan tersebut tak mendapat hujan, padahal, hujan mutlak diperlukan agar jamur berkembang. Dia juga menjelaskan, bahwa selama lima tahun terakhir ini produksi yarchagumba semakin menurun, dan jika hal ini terus terjadi kemungkinan besar jamur ini bisa lenyap.
Uttam Babu Shrestha, ilmuan University of Massachusetts, juga mengungkapkan, penurunan hasil panen yarchagumba ini sangat signifikan. Ia mengatakan faktor yang menjadi penyebabnya adalah kurangnya salju di musim dingin serta suhu yang semakin meningkat, dan jika tak ada intervensi jamur ini akan menjadi sangat langka.
Yarchagumba terdiri dari dua organisme yaitu larva ngengat “hantu” Himalaya dan Jamur Cordyceps. Pakar herbal Cina menyatakan bahwa jamur itu merupakan contoh keseimbangan sempurna dari yin dan yang, karena ia adalah hewan sekaligus tanaman. Yang berkaisat untuk meningkatkan kemampuan seksual.
Awalnya jamur ini tidak dikenal di dunia barat, hingga pada 1993 disaat jamur ini disebut-sebut sebagai rahasia di balik kesuksesan pencapaian rekor tim lari wanita China dalam kejuaraan dunia di Stuttgart, Jerman.
sumber: Vivanews


Discussion