Banksy, Menyalurkan Kritik Melalui Media Grafitti
Sainsbanksygrafitti- Sahkan Pernikahan Gay, Perancis Akan Larang Sebutan Ibu dan Bapak - 27 September 2012
- Alasan Mengapa Jendela Pesawat Tak Boleh Dibuka - 27 September 2012
Grafitti bisa dengan mudah kita temui di tembok – tembok perumahan, pinggir jalan, kolong jembatan layang hingga body angkutan umum pun tak luput dari torehan grafitti. Sebuah seni yang masih dianggap vandal, mengganggu keindahan kota dan mengotori bangunan, coretan dinding yang mengekspresikan identitas kelompok, individu dan yang terkini sebagai medium untuk menyalurkan kritik.
Seni ini dimulai dan berkembang di New York pada dekade pergantian tahun 60-an dan 70-an. Ketika orang-orang dari seluruh dunia pertama kali menjumpai water resistant markers, biasa disebut Flow-Master, merk yang terkenal di New York atau orang Indonesia menyebutnya Spidol Marker. Seiring perkembangan zaman, kini kegiatan mural dan grafiti telah menggunakan berbagai alat, cat semprot dan cat tembok adalah dua opsi yang paling populer dikalangan bomber, sebutan untuk para pelaku grafitti.
Ada satu nama seniman grafitti yang mencuat dan mendunia, yaitu Banksy. Karya – karyanya seringkali bersifat kritik terhadap otoritas maupun masyarakat, anti kapitalis, anti perang dan anti kemapanan. Bansky memulai aktivitas grafittinya pada tahun 1990, ia bergabung dengan DryBreadz Bristol salah satu scene underground di Inggris, hingga pada tahun 2000 ia menggunakan teknik stensil untuk membuat seluruh karya seninya, teknik ini ia pilih karena lebih efisien dan praktis dalam segi waktu maupun tenaga.

Dan yang mengejutkan, beberapa karya Bansky ada yang terjual hingga miliaran rupiah, salah satunya adalah karya diatas yang berjudul “Girl and Balloon”, masterpiece ini terjual dengan harga 73.250 poundsterling atau sekitar 1 miliar rupiah. Berikut ini adalah beberapa karya Bansky yang hingga kini identitas dirinya pun belum diketahui secara jelas, namun lewat karyanya kurang lebih kita bisa mengetahui siapa dirinya walau sebatas kira – kira.


