Jelajah Luar Angkasa Lebih Mudah Dengan Radio Teleskop
NasionalAlienLuar AngkasaMasa Depanradio teleskop Square Kilometre ArraysUFO- Uang Kuliah Tunggal (UKT) UNDIP Tertinggi Mencapai Rp 18,5 Juta - 29 May 2013
- David Beckham Gantung Sepatu - 17 May 2013
Alam semesta ini menyimpan jutaan misteri yang belum terpecahkan. Khususnya, rasa ingin tahu kita terhadap dunia di luar sana yang membuat manusia tak henti membuat berbagai percobaan dan eksperimen guna mengetahui lebih banyak tentang angkasa luar. Hal tersebut tentu saja berdasaarkan satu pertanyaan sederhana “Are we alone in this universe?”
Adalah Square Kilometre Arrays (SKA) yang merupakan susunan rumit yang mampu menelusuri alam semesta ini dengan lebih baik. Cara kerjanya adalah dengan menggunakan radio teleskop yang terdiri dari sedikitnya 3.000 piringan parabola yang mampu menangkap dan mengumpulkan sinyal dari luar angkasa. Kemampuannya sangat luar biasa, 50 kali lebih sensitif dan 10 ribu kali lebih cepat daripada teleskop lain yang ada di bumi.
Proyek yang diperkirakan memakan biaya hingga USD$ 2 Milyar dolar ini akan menunjuk beberapa lokasi. New Zealand, Australia, dan Afrika Selatan yang nantinya akan menjadi tempat meletakkan piringan-piringan parabola tersebut. Data yang dikumpulkan oleh piringan-piringan yang tersebar di tiga wilayah itu, akan disimpan dan di proses dalam sebuah fasilitas yang setiap harinya mampu menerima data yang sebanding dengan 15 juta unit iPod 64GB. Kemampuan tersebut jauh melampaui kemampuan seluruh internet dan lebih kuat daripada satu juta komputer paling kuat sekalipun.
Di sinilah data yang dikumpulkan akan diproses. Dalam mesin rancangan IBM ini mampu menyimpan begitu banyak data
Dengan alat SKA ini, kita akan mampu membaca sinyal dari jarak sejauh 50 tahun cahaya (1 tahun cahaya = 9.460.730.472.580,8 km). Dengan kemampuan tersebut, bahkan para alien pun takkan mampu bersembunyi. Dengan bantuan alat ini, nantinya para astronom dapat mengetahui peristiwa setelah terjadinya Teori Big Bang, serta peristiwa yang terjadi pada alam semesta 13 Milyar tahun yang lalu.
Untuk mewujudkannya, rencananya proyek ini akan mulai digarap pada 2016 mendatang, dan piringan-piringan parabola yang tersebar di tiga titik itu dapat terintegrasi delapan tahun kemudian. Sebuah proyek besar yang mungkin akan membuka jawaban atas misteri alam semesta.
Keterangan Foto : SKA Prototype yang dibangun di Gurun Karoo, Afrika Selatan, untuk uji coba (DailyMail)
