Para Peneliti Telah Temukan Pigmen Dari Fosil Hewan Bertinta Tertua
Nasionalfosil tertuapigmen fosilPara ilmuan telah berhasil menemukan pigmen fosil bewarna hitam kecoklatan yang merupakan fosil jenis melanin tertua dari hewan bertinta. Hewan bertinta merupakan klas dari Cephalopoda, yang merupakan kelompok dari gurita, cumi-cumi dan sotong. Hal yang cukup unik menurut John Simon, seorang profesor kimia di Universitas Virginia, dari penemuan ini adalah struktur molekul dari tinta mirip dengan salah satu jenis sotong modern saat ini.
“Mereka pada dasarnya tidak bisa dibedakan,” kata Simon .
Pada masa Jurrassic sekitar 160 tahun yang lalu, zat melanin memang sudah ditemui dalam fosil, namun sebelum diadakan penganalisisan, para peneliti tidak bisa mbegitu saja mengklaim kalau itu benar melanin. Namun setelah Simon dan rekannya menggunakan rentetan tes kimia untuk memeriksa dua kantung tinta fosil yang telah ditemukan, barulah Mereka dapat melihat isi setiap molekul.
Hasil penelitian diterbitkan pada 21-05-2012 kemarin, dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences. Dalam jurnal tersebut dijelaskan, bahwa dalam kantung tinta yag ditemukan,ada terdapat dua jenia melanian, yakni eumelanin, yang hitam atau coklat tua, dan pheomelanin, yang oranye-merah. Dan dengan menggunakan metode kimia, Simon menjelaskan bahwa tinta cumi mengandung eumelanin.
Eumelanin sendiri merupakan suatu zat yang berfungsi sebagai perlindungan diri yang dimiliki seperti pada bulu burung, tinta cumi-cumi ataupun kulit pada manusia terhadap matahari dan kamuflase.

Discussion