Batik Untuk Lady Gaga
Hiburankontroversilady gaga konser- Uang Kuliah Tunggal (UKT) UNDIP Tertinggi Mencapai Rp 18,5 Juta - 29 May 2013
- David Beckham Gantung Sepatu - 17 May 2013
Lady Gaga yang menuai kontroversi dan penolakan perihal rencana konsernya di Indonesia pada 3 Juni mendatang. Namun, kreativitas dan kecintaan terhadap tanah air ditunjukkan oleh siswa Lassale College International Jakarta. Mengangkat batik sebagai ciri khas fashion dan budaya Indonesia, siwa sekolah design tersebut membuahkan 14 gaun luar biasa yang dikombinasikan dengan corak batik.
Head of Admission Marketing & Promotion Lassale College International, Douwes Lasmana, berharap, salah satu dari 14 karya tersebut akan dipilih oleh sang diva untuk dikenakannya dalam konser Born This Way Ball World Tour yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan. Rancangan batik ini pun ternyata sudah disiapkan jauh-jauh hari bahkan sebelum ada kabar Lady Gaga akan menggelar konser di Jakarta.
Dengan menggunakan gaun bermotif batik, diharapkan beragam aksi kecaman yang belakangan ini beredar seputar kontroversi Gaga dalam hal berbusana, akan sedikit berkurang. Selain akan membuat Gaga tampil lebih santun dan tertutup, ternyata ada misi lain yang dituju oleh Lassale College. “Kami melihat ini menjadi suatu peluang mengenalkan budaya Indonesia, kami kaitkan dengan batik dan tenun yang terinspirasi dari Gaga. Kami mau menunjukkan kalau Gaga enggak selalu terbuka,” lanjut Douwes.
Eksperimen para siswa sekolah disain ini mengambil berbagai tema. Mulai dari Alice in Wonderland, Cruella De Veil pada 101 Dalmatians, hingga Japanese Lantern. Diharapkan penyanyi sensaional itu akan memilih salah satu karya megah tersebut untuk dipakai saat mengguncang Jakarta.
Lady Gaga sendiri sebelumnya pernah berkolaboraasi dengan disainer asal Indonesia, Tex Saverio. Lady Gaga mengenakan hasil rancangan disainer tersebut dalam sebuah sesi pemotretan untuk Harper’s Bazaar, sebuah majalah fashion yang terkenal. Semoga Lady Gaga dapat meninggalkan kesan baik di mata masyarakat Indonesia dengan menunjukkan dirinya mampu berbaur dengan segala macam budaya tanpa harus meninggalkan kesan eksentrik yang sangat melekat di dirinya.


