Berita Pilihan

ujian-nasional-sd-ilustrasi-_120506215817-537

Tidak Ikut Ujian Nasional, Siswa SD Lebih Memilih Menikah

Nasionalnikah mudaUjian Nasionalun sd

Semenjak diadakannya sistem ujian nasional (UN) di setiap tingkatan sekolah, banyak siswa-siswa tingkat akhir yang merasa gugup bahkan takut menghadapinya. Tak bisa dipungkiri, ujian nasional seringkali memberikan beban mental pada sebagian siswa sekolah. Ujian nasional juga merupakan momen yang paling penting bagi para siswa dan sekolah. Pasalnya pada tahap inilah ditentukan lulus atau tidaknya seorang pelajar.

fairy tale houses09 Tidak Ikut Ujian Nasional, Siswa SD Lebih Memilih Menikah

Ujian nasional juga mempunyai banyak cerita, mulai dari usaha-usaha demi lulus UN, berbagai ritual untuk menyambut UN sampai komentar-komentar pedas tentang UN untuk Pemerintah. Komentar-komentar yang diberikan berupa pendapat yang menyatakan ujian nasional merupakan bukti kebobrokan dan ketidakadilan.

Terlepas dari pendapat-pendapat masyarakat tentang Ujian nasional, ada sebuah kabar dari negeri Kita yang berkaitan dengan ujian nasional siswa SD yang mulai dilaksanakan senin (7/5/2012) kemarin. Kabar yang dimaksud berupa siswa SD yang lebih memilih menikah ketimbang mengikuti Ujian Nasional di sekolahnya.

Seperti dikutip dari pontianakpost, Abang Usman, Kepala Cabang Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kacab Dikpora) Kecamatan Kapuas, menjelaskan bahwa di Sanggau terdapat 3 siswa SD dari 1.386 peserta Ujian Nasional  SD Negeri di Kecamatan Kapuas tidak mengikuti pelaksanaan UN. etiga orang tersebut berasal dari SD 67 Trans Nanga Biang, SD 28 Nanga Biang dan SD 50 Kayu Tunu.

Abang Usman juga menjelaskan, dari hasil penelusuran sementara, diantara 3 siswa SD yang tidak ikut UN ada 1 Siswi yang meyatakan mundur dengan alasan menikah. Meskipun pernikahan dibawah umur tersebut akhirnya di batalkan, namun siswi tersebut tetap tak mau mengikuti UN.

Berbeda dengan di Sanggau, di Sumenep dikabarkan ada 83 siswa yang tidak mengikuti ujian nasional di hari pertama UN berlangsung. seperti dikutip dari ciricara, Fajarisman, Kepala Seksi Kurikulum TK/SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep mengatakan ada 66 siswa yang dikeluarkan karena sering tidak masuk tanpa alasan yang jelas, lalu sebanyak 15 siswa beralih menjadi santri di pondok pesantren, sedangkan 2 siswa lainnya tidak ikut ujian karena menikah.

Sementara di provinsi Banten terdapat 159 siswa kelas VI sekolah dasar di Kabupaten Lebak, tidak ikut ujian nasional pada Selasa. Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Lebak, Juanda, di Rangkasbitung, Selasa, menjelaskan para siswa yang tidak mengikuti ujian, sebagian besar sudah mengundurkan diri karena bekerja atau menikah.

Ujian Nasional UN tingkat SD sederajat Tidak Ikut Ujian Nasional, Siswa SD Lebih Memilih Menikah
Apapun alasannya, baik karena ketakutan akan ujian nasional ataupun akan ketidaklulusan, para siswa SD masih harus berjalan panjang di jalur pendidikan. Sebaiknya para Orangtua tidak membiarkan anaknya memutuskan untuk menikah dan mengundurkan diri dari dunia pendidikan.

Related Posts

Related Posts

Discussion