• Tag

  • Berita Pilihan

    koboi

    Video “Koboy Palmerah” Membuat Wajah TNI Bersemu Merah

    Nasionalkoboy palmerahtindakan melanggar hukumtindakan melanggar kode etik

    Peristiwa menghebohkan terjadi di daerah Palmerah Jakarta Barat, Senin (30/4) kemarin. Pasalnya, seseorang yang mengendarai kendaraan berplat nomor TNI menarik perhatian dengan ribut dengan pengendara sepeda motor. Seseorang yang adalah anggota TNI itu bahkan sempat beberapa kali menodongkan pistol ke arah pengendara sepeda motor itu.

    Kejadian bermula saat seorang pengendara motor berbaju biru merasa terserempet oleh mobil dinas berplat nomor TNI ; 1394-00 yang dikemudikan oleh Kapten A. Sang Kapten turun untuk menanyakan maksud pria itu setelah pria tersebut menggedor kaca dan menendang pintu mobil. Adu mulut pun terjadi. Kapten A yang terpancing emosi pun mengeluarkan senjata api dan tongkat besi yang beberapa kali diketukkan ke helm pengendara motor. Sayangnya, Kapten A tidak menyadari bahwa tindakan memalukannya itu direkam oleh kamera warga. Dan video tersebut diunggah ke youtube, dan seketika saja Kapten A menjadi “Koboy Palmerah”. Banyak saksi yang mengatakan bahwa sang Kapten sempat menembakkan peluru ke udara sebagai ancaman bagi si pengendara motor.

    Namun pernyataan berbeda datang dari Kepala Sub Dinas Penerangan Umum TNI Angkatan Darat, Kolonel Zaenal Mutaqin. Ia mengatakan bahwa Kapten A tidak melakukan tembakan seperti yang banyak dibicarakan di media. Senjata yang digunakan juga bukanlah senjata betulan, melainkan hanya mainan air soft gun. Pernyataan tersebut disertai dengan pengakuan tertulis dari Kapten A yang dibacakan (isi tulisan tidak boleh dilihat wartawan)oleh Kolonel Zaenal. Berikut ini kutipan pengakuan tersebut seperti dilansir dari Vivanews :

    Pada pukul 15.00 saat itu saya berniat akan menjemput orang tua saya di Bandara Soekarno Hatta. Saat melintas di Palmerah, situasi jalan raya sedikit tersendat. Pada saat mobil saya bergeser ke arah kiri, kaca kiri mobil saya diketuk. Pengendara itu berkata ‘jangan mentang-mentang aparat seenaknya saja’. Saya kaget lalu turun dari mobil untuk menanyakan masalahnya. Saya berpikir motornya terserempet tapi ternyata tidak. Saya tinggalkan dia sambil dia mengancam akan melaporkan ke atasan saya. Saya bilang silakan saja.

    Saya kembali ke mobil dan siap melanjutkan perjalanan menuju  bandara karena khawatir, orang tua saya mengidap sakit jantung. Ketika akan menyalakan mesin mobil, pintu mobil saya ditendang dan kaca mobil diketok oleh pengendara motor itu. Saya turun dan sempat mengeluarkan dan mengacungkan air soft gun dan stik besi yang saya punya agar dia mengeluarkan SIM miliknya. Lalu Pomdam Jaya melintas dan saya dibawa.

    Tindakan memalukan ini tentu saja menarik perhatian publik terutama soal mentalitas aparat keamanan. Belum lepas dari ingatan kasus geng motor yang diduga merupakan ulah aparat, sekarang tindakan sok superior yang ditunjukkan Kapten A membuat saya bertanya dalam hati. Seperti apa latihan mental yang diterima oleh tentara saat dalam pembinaan? Menurut saya, seorang tentara, tanpa senjata pun ia sudah dibekali ilmu bela diri yang cukup untuk melumpuhkan seseorang. Dan lagi, apakah tentara tidak dibekali pengetahuan bahwa ada peribahasa “karena nila setitik, rusak susu sebelanga”. Tindakan kecil Kapten A, tentu saja memberi dampak malu yang harus ditanggung oleh kesatuannya. Dan, korban pengancaman tersebut bisa saja menggugat Kapten A secara hukum.

    Seharusnya, Kapten A, yang jelas-jelas berpangkat, memiliki sikap mental yang baik dalam situasi dan tekanan apapun. Jangan malah menunjukkan superioritas dan merasa lebih dari masyarakat biasa yang tidak dibekali ilmu bertarung apalagi dibekali senjata api. Seharusnya tugas utama aparat keamanan adalah menjaga keamanan, bukan justru menunjukkan perilaku yang mengancam seperti terlihat di video yang diunggah melalui akun youtube UnpluggedTheTV berikut ini.

     

    Posting Terkait
    Posting Terkait
    Diskusi