Chernobyl, Berwisata Ke Kota Mati

Chernobyl, Berwisata Ke Kota Mati

26 April 1986 adalah sejarah kelam bagi Ukraina. Mengingat pada saat itu, reaktor nuklir yang berlokasi di Chernobyl, sebuah kota kecil di utara Ukraina, meledak dan melepaskan partikel radio aktif ke udara dan mengontaminasi wilayah sekitarnya. Bencana yang masuk kategori 7 dalam Skala Kejadian Nuklir Internasional ini masih menyisakan penderitaan hingga hari ini. Mereka yang terpapar radiasi harus hidup dengan penyakit akut seperti leukimia atau kanker darah. Penanggulangan bencana ini juga sangat luar biasa dengan dikerahkannya 500.000 orang pekerja dan dana mencapai 18 Milyar Rubel. Kejadian tersebut tentu saja mempengaruhi stabilitas ekonomi Uni Soviet saat itu.

Vika Chervinska, menderita kanker akibat radiasi nuklir Chernobyl (National Geographic)

Namun, sejak tahun 2011 lalu ada wacana bahwa pemerintah Ukraina akan membuka daerah bencana ini sebagai daerah wisata. Tentunya tidak semua tempat bisa dimasuki oleh wisatawan. Hanya daerah yang dianggap tidak lagi memiliki potensi radiasi tinggi yang boleh dimasuki para turis. “Kunjungan turis akan dikontrol dengan ketat, sehingga risiko radiasi menjadi tidak berarti. Turis tidak akan bisa mengunjungi lokasi dengan level radiasi yang tinggi. Pengunjung akan aman dari sudut pandang radiasi, karena mereka tidak akan bebas pergi ke manapun mereka suka,” kata Vadim Chumak dari Pusat Penelitian untuk Pengobatan Radiasi di Ukraina.

Euro 2012 yang akan digelar di Ukraina juga menjadi peluang bagi para pengusaha wisata. Mereka membuat sebuah paket tur yang di dalamnya termasuk mengunjungi reaktor nuklir nomor empat yang meledak 26 tahun silam. Para turis dapat melihat sisa-sisa reruntuhan rumah atau gedung yang sejak saat bencana tersebut ditinggalkan seluruh penghuninya untuk menghindari radiasi. Lokasi lainnya yang termasuk dalam paket tersebut adalah ke sebuah kota kecil bernama Pripyat yang ditinggalkan oleh sekitar 50 ribu pendudukanya setelah ledakan tersebut, juga sebuah hutan yang memerah akibat radiasi nuklir. Untuk semua itu, anda hanya harus membayar biaya sebesar Rp. 3,5 juta per kepala.

Paket wisata lain yang ditawarkan adalah kunjungan ke tempat penyimpanan rudal di Pervomaysk, dimana para wisatawan dapat menyaksikan tempat yang pernah digunakan untuk latihan roket dan  belajar menggunakan AK-47, granat ataupun mengendarai tank peninggalan Uni Soviet.

Pendapat Anda