original

Philippe Croizon, Atlet Tanpa Lengan dan Kaki yang Berencana Berenang di Seluruh Dunia

,

Jika Anda pernah mendengar slogan adidas, ‘Impossible is nothing’ agaknya inilah yang diyakini oleh Philippe Croizon. Pada tahun 1994 Croizon  harus kehilangan kaki dan lengannya akibat kecelakaan yang menimpanya. Pada saat itu atlet asal Perancis itu bekerja sebagai seorang tukang listrik.

article 1313389 0B3FF414000005DC 571 468x669 Philippe Croizon, Atlet Tanpa Lengan dan Kaki yang Berencana Berenang di Seluruh Dunia

Akibat kecelakaan itu, petugas medis mengamputasi kaki serta lengannya. Mengetahui Bahwa Ia telah kehilangan anggota tubuhnya, Croizon sempat mengalami depresi. Namun akhirnya depresi itu hilang berkat sebuah film dokumenter yang di tontonnya. Di film tersebut, Seorang perempuan dengan berani berenang mengarungi Selat Inggris. Mulai saat itu itu, Croizon bertekad untuk dapat berenang dan menyeberangi Selat Inggris serta menjadi atlet kelas Dunia.

Untuk mencapai niatnya tersebut, bukanlah suatu hal yang mudah. Croizon harus berlatih keras berenang dengan tubuh barunya selama 35 jam dalam seminggu yang berlangsung selama dua tahun. Masa latihan sering di habiskan dengan berenang di pantai Atlantik. Dan akhirnya latihan yang dilakukannya tak sia-sia, dengan sirip prostetik khusus kini Ia bisa berenang hingga mencapai prestasi yang luar biasa.

Setelah menjadi orang tanpa lengan dan tanpa kaki pertama yang berhasil menyebrangi Selat Inggris hanya dalam waktu 13 jam yang berarti 10 jam lebih awal dari dijadwalkan, kini pria usia 44 tahun itu berencana untuk menghabiskan musim panasnya dengan berenang diseluruh Dunia dengan menyeberangi selat sempit yang menghubungkan lima benua, dan tentu saja dengan hanya menggunakan kaki serta sirip palsu  yang melekat pada tunggul kakinya. Seperti yang dikutip dari Gizmodo, Croizon akan memulai rencananya tersebut pada bulan Mei dan berenang dari Indonesia ke Papua Nugini. Selain itu, Ia juga akan menyeberangi Laut Merah antara Yordania dan Mesir, dan Selat Gibraltar antara Afrika dan Eropa, serta yang terakhir, Ia akan berenang melintasi Selat Bering antara Amerika dan Asia di bulan Agustus.

Tentu saja bukan hal yang mudah ditambah lagi melihat kondisi fisiknya yang tak sama dengan manusia pada umumnya. Namun Philippe Croizon tak mau berputus asa dan berusaha untuk dapat menginspirasi orang-orang yang berkekurangan seperti dirinya.

Jika Anda pernah mendengar slogan adidas, ‘Impossible is nothing’ agaknya inilah yang diyakini oleh Philippe Croizon. Pada tahun 1994 Croizon  harus kehilangan kaki dan lengannya akibat kecelakaan yang menimpanya. Pada saat itu atlet asal Perancis itu bekerja sebagai seorang tukang listrik.

Akibat kecelakaan itu, petugas medis mengamputasi kaki serta lengannya. Mengetahui Bahwa Ia telah kehilangan anggota tubuhnya, Croizon sempat mengalami depresi. Namun akhirnya depresi itu hilang berkat sebuah film dokumenter yang di tontonnya. Di film tersebut, Seorang perempuan dengan berani berenang mengarungi Selat Inggris. Mulai saat itu itu, Croizon bertekad untuk dapat berenang dan menyeberangi Selat Inggris serta menjadi atlet kelas Dunia.

Untuk mencapai niatnya tersebut, bukanlah suatu hal yang mudah. Croizon harus berlatih keras berenang dengan tubuh barunya selama 35 jam dalam seminggu yang berlangsung selama dua tahun. Masa latihan sering di habiskan dengan berenang di pantai Atlantik. Dan akhirnya latihan yang dilakukannya tak sia-sia, dengan sirip prostetik khusus kini Ia bisa berenang hingga mencapai prestasi yang luar biasa.

Setelah menjadi orang tanpa lengan dan tanpa kaki pertama yang berhasil menyebrangi Selat Inggris hanya dalam waktu 13 jam yang berarti 10 jam lebih awal dari dijadwalkan, kini pria usia 44 tahun itu berencana untuk menghabiskan musim panasnya dengan berenang diseluruh Dunia dengan menyeberangi selat sempit yang menghubungkan lima benua, dan tentu saja dengan hanya menggunakan kaki serta sirip palsu  yang melekat pada tunggul kakinya. Seperti yang dikutip dari Gizmodo, Croizon akan memulai rencananya tersebut pada bulan Mei dan berenang dari Indonesia ke Papua Nugini. Selain itu, Ia juga akan menyeberangi Laut Merah antara Yordania dan Mesir, dan Selat Gibraltar antara Afrika dan Eropa, serta yang terakhir, Ia akan berenang melintasi Selat Bering antara Amerika dan Asia di bulan Agustus.

Tentu saja bukan hal yang mudah ditambah lagi melihat kondisi fisiknya yang tak sama dengan manusia pada umumnya. Namun Philippe Croizon tak mau berputus asa dan berusaha untuk dapat menginspirasi orang-orang yang berkekurangan seperti dirinya.

Komentar

Berita Terbaru