• Tag

  • Berita Pilihan

    arrested

    Berkat Facebook, Kawanan Perampok Antar Provinsi Berhasil Dibekuk

    NasionalFacebookKriminalperampokan

    Setelah 20 kali melakukan aksi perampokan di berbagai daerah, 3 dari 4 anggota kawanan perampok toko elektronik akhirnya berhasil dibekuk. Sejumlah toko elektronik di daerah Bali, Cirebon,  Solo, Malang, Yogyakarta dan Mojokerto sudah jadi korban kawanan perampok ini. Tertangkapnya kawanan perampok ini berawal dari aksi mereka di  toko elektronik milik PT. Master Newdiatek Visual Sisitemindo yang terletak di Jalan MT. Haryono, Jakarta. Bukan hanya sekali, Toko milik Budi Hartono tersebut sudah jadi korban untuk kedua kalinya. Pertama di bulan Oktober 2011, dan yang kedua pada bulan Januari lalu. Modusnya sama, yaitu merusak pintu toko dengan mematahkan kunci memakai gunting khusus pemotong gembok. Total kerugian dari kedua peristiwa perampokan itu adalah sebesar 490 juta rupiah.

    Atas peristiwa perampokan yang dialaminya, pihak toko melapor pada yang berwajib. Kepolisian lantas melakukan pelacakan. Akun facebook yang menawarkan produk-produk berupa alat elektronikpun tak luput dari proses pelacakan. Pada akun tersebut, polisi melakukan komunikasi dengan berpura-pura jadi calon pembeli. Dan penyelidikan ternyata tak sia-sia. Si penjual ternyata adalah Ranye, yang merupakan otak sekaligus koordinator kawanan perampok yang sedang dicari-cari.

    Akun facebook yang dipakai untuk menjual barang curian itu sebenarnya bukanlah milik Ranye. Pemiliknya adalah teman dari Revan. Revan sendiri adalah juga salah satu anggota kawanan perampok tersebut. Revan, mengunggah foto barang-barang elektronik hasil aksinya tanpa sepengetahuan si pemilik akun. Namun memang kontak untuk transaksi pembelian diarahkan pada Ranye. Si pemilik akun ini juga mengaku tidak tahu-menahu bahwa barang yang dititipkan Revan itu adalah barang hasil curian.

    Dari hasil pelacakan ini, polisi kemudian melakukan pengejaran, dan 3 pelaku berhasil dibekuk. Semantara Revan lolos, masih dalam status buron. Kawanan pelaku perampokan ini diduga masih memiliki kelompok jaringan perampok dengan beberapa anggota lain.

    Bagi yang sering berbelanja alat-alat elektronik secara online, mungkin harus sedikit lebih waspada. Terlebih jika alat-alat elektronik yang ditawarkan dibandrol dengan harga miring. Selain kemungkinan penipuan, ada kemungkinan juga barang yang dipasarkan adalah barang hasil curian. Maka, lebih telitilah dalam berbelanja online.

    Posting Terkait
    Posting Terkait
    Diskusi