Geng Motor, Too Bad To Be Good
Nasionalbosozokubrigesclub motorgeng motorgeng pita kuninghells angelMeresahkan. Satu kata itu cukup untuk menggambarkan teror yang ditebar oleh geng motor. Beberapa waktu yang lalu, aksi mereka menelan korban nyawa, maka tak pelak lagi masyarakat kembali terganggu rasa aman dan nyamannya sebagai bagian dari Republik Indonesia.
Beberapa analisis pun merebak, bahkan ada dugaan bahwa ada unsur politik dalam aksi tersebut, bukan semata sebuah balas dendam. Namun tetap saja apapun bentuknya, citra “geng” akan selalu negatif.

Namun ternyata, di dunia pun banyak geng motor yang terkenal dengan kejahatannya. Sama seperti di Indonesia, mereka juga menebar teror, beringas dan seperti tanpa ampun.
Di Jepang yang dikenal luas sebagai produsen terbesar dalam industri otomotif khususnya sepeda motor di Indonesia, juga memiliki geng motor yang terkenal dengan rapor merah, dan bahkan menyandang gelar “sampah masyarakat”.

Bosozoku. Itulah nama geng yang terkenal di Jepang. Mereka sengaja memodifikasi motornya, dan seringkali modifikasi itu ilegal seperti, melepas knalpot sehingga suara yang dihasilkan menjadi berisik dan sangat mengganggu.
Mereka juga biasa mengendarai motor dengan mengabaikan peraturan seperti, tidak menggunakan helm, berkendara dengan sembrono, melawan arus lalu lintas, menerobos lampu merah, dan bahkan mempersenjatai diri dengan pedang, pipa besi, pemukul bisbol, bahkan membawa bom molotov
Mereka juga tidak segan merusak mobil, bahkan memukuli siapa saja yang menilai tindakan mereka itu salah.

Mereka terkenal dengan sifatnya yang suka merusuh dan berkendara secara massal. Sekitar 100 motor berkendara tidak teratur dan mengebut di jalanan. Anggota geng ini rata-rata berusia 20 tahun yang di jepang dianggap masih di bawah umur.
Geng ini mulai berkembang pada 1950an dimana saat itu industri otomotif Jepang sedang tumbuh dengan pesat. Geng ini beranggotakan mereka yang secara sosial ekonomi berada pada tingkat yang rendah, dan mereka mengekspresikan kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap masyarakat utama Jepang.
Jadi bisa dikatakan, menjadi bagian geng motor adalah cara untuk mengekspresikan semua frustasi mereka. Geng ini tumbuh dengan subur, dan puncaknya pada 1982, geng ini beranggotakan 42.150 orang.
Jumlah yang luar biasa, sehingga pemerintah Jepang melengkapi personil kepolisian dengan sarana yang lebih lengkap lagi untuk memberantas pertumbuhan “sampah masyarakat” ini. Usaha itu membuahkan hasil, karena semakin hari jumlah anggota bisa ditekan meskipun geng ini tidak benar-benar mati.
Mereka yang masih memilliki jiwa Bosozoku tetap menghidupkan geng, namun dewasa ini mereka menggunakan scooter sebagai kendaraan dan bukan lagi sepeda motor yang dimodifikasi habis-habisan.
Tidak hanya di Jepang, Amerika sebagai salah satu negara yang memiliki jumlah bikers yang sangat besar juga tak luput dari pertumbuhan geng motor.
Satu yang paling terkenal adalah Hell’s Angels Motor Club yang dicap sebagai perusuh. Mereka terbiasa bermasalah dengan hukum. Geng ini juga merupakan salah satu geng tertua yang pernah ada.
Diperkirakan mulai tumbuh pada 1940 – 1950an, geng ini juga menjadi inspirasi bagi beberapa Hell’s Angels yang ikut tumbuh di Selandia Baru, Eropa, Australia, dan Amerika Utara dan Selatan.

Salah satu kejadian yang paling disorot adalah ketika pada Desember 1969 di sebuah konser gratis yang digelar di Altamont Speedway, California.
Mereka mengaku disewa untuk menjadi body guard bagi The Rolling Stones yang merupakan band legendaris sekaligus organizer event tersebut. Kerusuhan pun terjadi di panggung utama, dan seorang pria tewas ditusuk setelah mengacungkan pistolnya.
Di belahan dunia manapun, geng motor adalah citra negatif dari suatu lapisan masyarakat. Khususnya di Indonesia, memang ada beberapa geng yang lebih manusiawi sehingga mereka lebih dianggap sebagai masyarakat kelas atas yang menghabiskan akhir pekannya dengan berkumpul dengan sesama pehobi otomotif kelas premium.
Namun tidak bisa dipungkiri bahwa geng motor di Indonesia juga memiliki terornya sendiri. Mereka seolah menciptakan hukum yang menurut mereka benar. Dan seperti ingin menegakkan street justice dengan cara mereka sendiri. Semoga keamanan dan kenyamanana tetap milik masyarakat Indonesia yang cinta damai.
Discussion