Mau Lihat Langsung Aktivitas Orangutan? Ayo ke Tanjung Puting!
NasionalCamp LeakleyOrangUtanTaman Nasional Tanjung PutingOrangutan adalah salah satu alasan utama wisatawan mengunjungi Taman Nasional Tanjung Puting. Tanjung Puting ini adalah Taman Nasional pertama yang dikhususkan sebagai tempat rehabilitasi orangutan di Kalimantan. Orangutan sudah mulai langka keberadaannya. Melihat sekumpulan orangutan berkeliaran di alam bebas tentu jadi hal yang menarik.

Selain menyaksikan polah orangutan secara langsung, banyak hal yang bisa dilakukan di Tanjung Puting. Lintas hutan dan river cruising mungkin bisa jadi pilihan. Kawasan Tanjung Puting didominasi oleh hutan hujan tropis yang rimbun. Di kanan kiri tampak pemandangan pepohonan hijau. Udara sekitar juga bersih nan sejuk. Di hutan yang rimbun dan sejuk ini, hidup sekitar 3000 orangutan.

Ada tiga pusat rehabilitasi orangutan di Taman Nasional yang satu ini, yaitu Tanjung Harapan, Pondok Tanggui, dan Camp Leakey. Masing-masing tempat tersebut punya ke-khas-an sendiri. Tanjung Harapan cocok bagi wisatawan yang suka suasana asri. Kawasannya bercirikan hutan rawa dan hutan sekunder. Wisma tamu serta pusat informasi dan jalan trail juga ada di sini.
Di Pondok Tanggui, orangutan ditempatkan tertutup, tidak ada kontak langsung dengan manusia. Namun di sini, pengunjung tetap bisa melihat aktivitas orangutan di habitat aslinya meski tanpa kontak secara langsung. Jadi, orangutan pun tidak merasa terganggu.
Terletak di kawasan hutan primer, Camp Leakey dijadikan tempat khusus perawatan orangutan, mulai dari usia sangat muda (baru lahir) hingga usia 3 tahun. Di Camp Leakey, Anda bisa bertemu Tom, si Raja Orangutan yang tersohor sampai mancanegara. Orangutan bebas berkeliaran di sini, sehingga Anda berkesempatan bercengkrama dan mengabadikan aktivitasnya.

- Tom, raja orangutan di Camp Leakley
Bagian yang menyenangkan dari kunjungan ke rehabilitasi orangutan ini adalah salahsatunya adalah saat waktu feeding (pemberian makan) tiba. Pada waktu feeding, pengunjung bisa melihat lebih banyak orangutan berkumpul, kecuali jika musim buah datang. Orangutan yang berkunjung ke tempat khusus feeding malah berkurang.
Orangutan Kalimantan bulunya kemerah-merahan gelap dan tidak memiliki ekor. Semakin bertambah usianya, pipi orangutan jantan dewasa makin mengembang sampai membentuk bantalan. Jika diamati memang agak seram.

Selain orangutan, di Tanjung Puting Anda juga bisa mengamati hewan-hewan langka dari stasiun pengamatan khusus yang disediakan. Ada bekantan, lutung merah, beruang, kancil, macan dahan dan kucing hutan. Berbagai jenis burung yang menarik juga bisa dilihat di Sungai Buluh dan Danau Burung.
Taman Nasional Tanjung Puting tepatnya terletak di Kalimantan Tengah. Ukurannya sama dengan luas Pulau Bali. Untuk mencapai obyek wisata ini, kita lebih dulu menuju Pangkalan Bun. Dari Pangkalan Bun, kita bertolak ke Kumai yang berjarak sekitar 8 km dengan angkutan setempat. Lalu perjalanan dilanjutkan dengan perahu klotok selama 1,5-2,5 jam, tergantung tujuan khususnya.
Discussion