Berita Pilihan

defibrillator implan

Perangkat Medis Pun Tidak Aman Dari Serangan Hacker

NasionalHackerJIperangkat medisserangan hacker pada alat medis

Temuan para ahli yang satu ini perlu mendapat perhatian agaknya. Terutama bagi pihak manufaktur alat-alat medis. Mungkin tidak pernah terlintas dalam benak kita, bahwa alat medis bisa dikendalikan dari jarak jauh oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, atau dengan kata lain di-hack. Tapi pada kenyataannya, hal itu bisa terjadi.

Ada peralatan-peralatan medis yang menggunakan link nirkabel untuk pengoperasian dan pembaharuannya. Nah, hasil temuan Barnaby Jack, seorang peneliti dari McAfee, menunjukkan bahwa link-link nirkabel yang digunakan untuk peralatan medis tersebut berada dalam kondisi terbuka. Itu artinya, hacker punya peluang untuk melakukan penyusupan.

Jack melakukan penelitian pada alat medis pemompa insulin. Alat pompa insulin tersebut terhubung secara nirkabel. Dan Jack hanya butuh waktu 2 minggu untuk bisa memindai dan menyusupinya.

 ”Kami bisa menyusup ke sistem alat pemompa manapun dari jarak 91 meter. Kami bisa mengatur pompa tersebut untuk membuka seluruh 300 unit penyimpan insulin dan kami bisa melakukannya tanpa bantuan nomor ID-nya.” ujar Jack.

 

insulin pump Perangkat Medis Pun Tidak Aman Dari Serangan Hacker

 

Untuk menjaga agar kadar gula darahnya tetap stabil, seorang penderita diabetes butuh 5 hingga 10 unit insulin usai makan makanan berat. Hacker bisa menyusupi pompa insulin dan mengatur dosis insulin yang disalurkan pada pembuluh darah pasien. Jika melalui penyusupan ini diatur agar pasien menerima insulin dalam dosis yang jauh lebih besar dari yang semestinya, akibatnya bisa fatal.

Seorang ilmuwan asal University of Massachusetts Amherst bernama Kevin Fu juga melakukan penelitian serupa. Profesor Kevin Fu melakukan penelitian pada alat defibrilator jantung implan. Dan ternyata, sinyal radio pengendali fungsi defibrilator yang dicangkokkan pada jantung dapat ditangkap.

 defibrillator implan Perangkat Medis Pun Tidak Aman Dari Serangan Hacker

Dalam penelitiannya Profesor Fu menemukan bahwa defibrilator yang dicangkokan diuji menggunakan sinyal radio tertentu saat pertama kali ditanam di tubuh pasien. Sinyal tersebutlah yang mengatur aktif tidaknya alat tersebut. Hal ini pada kelanjutannya bisa digunakan oleh hacker untuk mematikan alat tersebut.

Sinyal yang diteruskan dari dan ke perangkat  defibrilator jantung berada dalam kondisi terbuka karena tidak adanya proses otentikasi atau enkripsi. Tidak adanya otentikasi atau enkripsi tersebut berkaitan dengan usia baterai yang terbatas pada peralatan medis. Profesor Fu dengan tegas meminta pihak manufaktur peralatan medis memperhatikan dengan serius hasil penemuannya ini.

“Peralatan medis masa depan akan makin terkoneksi, makin terkoneksi dengan internet dan akan menggunakan lebih banyak teknologi nirkabel,” ujar Profesor Fu.

Saat ini memang belum ditemukan kasus serangan hacker pada peralatan medis. Tapi untuk menjaga kemungkinan, ada baiknya hasil-hasil penelitian tersebut menjadi bahan untuk pembaharuan ke depannya.

Related Posts

Related Posts

Discussion