Harta Karun Dari Cirebon Dilelang di Singapura
NasionalCirebonHarta KarunHarta Karun dilelang di SingapuraAda harta karun berharga di lepas pantai Cirebon, Jawa Barat. Harta karun tersebut berupa berbagai artefak yang usianya sudah berkisar seribu tahun. Nilai jualnya tidak tanggung-tanggung, ratusan miliar rupiah.
Harta karun yang terdiri dari 250 ribu perhiasan dan barang pecah belah itu diduga berasal dari sebuah kapal Cina yang tenggelam. Diantaranya ada guci keramik, mutiara, hingga emas.

Harta berharga tersebut mulanya ditemukan oleh nelayan setempat delapan tahun silam, tepatnya di bangkai sebuah kapal yang tenggelam pada kedalaman 56 meter. Para nelayan ini kemudian melaporkan temuan mereka ke Direktorat Cagar Budaya Bawah Air dan Warisan Kolonial Cirebon.
Selanjutnya benda-benda berharga itu diangkat dari perairan. Prosesnya tidak mudah. Pengangkatan melibatkan bantuan beberapa badan internasional. Akhirnya dengan 22 ribu penyelam beserta teknologi canggih, harta karun dapat diangkat melalui proses selama satu tahun.

Berdasarkan simpulan Luc Heymans, peneliti Belgia dari lembaga sejarah Cosmix Uni Emirat Arab, sejumlah benda berharga itu adalah peninggalan dari abad 10 dan merupakan harta karun terbesar di Asia Tenggara.
“Kapal pedagang China yang karam itu akan bertolak ke Timur Tengah. Penyebab kandasnya kapal disinyalir akibat cuaca buruk,” terang Heymans. Menurutnya wilayah perairan Indonesia memang berkemungkinan memendam banyak harta karun. Hal ini mengingat, dahulu perairan Indonesia termasuk daerah lalu lintas maritim padat.

Setelah diangkat dari perairan dengan kerjasama berbagai pihak, sebagian harta karun yang diperoleh dari Cirebon itu diberikan kepada Indonesia. Sedangkan sisanya kini dilelang di Singapura, dengan persetujuan pemerintah RI. Kebijakan pemerintah yang menyetujui dilelangnya harta karun bersejarah tersebut mengundang kritik dari banyak pihak.
Discussion