Berita Pilihan

640x360-00018429

Warung Kopi Termungil di Dunia Didaftarkan ke Guinness World Records

Nasionalrekor duniawarung kopi

Sebuah warung kopi di kota Lincoln, Inggris, bisa jadi merupakan warung kopi terkecil di dunia dengan hanya ada 2 tempat duduk dan 1 meja panjang tersedia.

Adam Lowiss, pemilik warung kopi yang ia namai Little Espresso Co dapat menampung 4 orang secara bersamaan, 2 orang duduk dan 2 orang lainnya mengantre di dalam.

Pria berusia 48 tahun ini hanya melayani 35 pelanggan setiap hari di sebuah ruangan berukuran 2 meter persegi tersebut.

112781 smallest coffee shop The Little Espresso Lincoln Warung Kopi Termungil di Dunia Didaftarkan ke Guinness World Records

Anehnya, orang-orang rela mengantre untuk mendapatkan tempat duduk di situ, bahkan ketika hujan sedang turun. Adam telah mendaftarkan warung kopinya ke Guinness World Records untuk mendapatkan pengakuan sebagai warung kopi terkecil di dunia.

Saat ini, ungkap Adam, warung kopinya mengalahkan warung kopi lain di Inggris yang berukuran 5 meter persegi bernama The Window in Norwich yang sebelumnya dianggap merupakan yang terkecil.

Tim penilai dari Guinness World Records akan segera dikirim dan dalam waktu 2 minggu hasilnya sudah bisa diketahui.

Adam mengatakan, “Warung kopi didatangi banyak orang karena mereka ingin mendapatkan kesenangan baru dan mereka suka keintiman. Hanya ada aku di sini. Aku menyiapkan segalanya.”

“Orang-orang mengatakan mereka belum pernah melihat tempat berjualan sekecil ini kecuali kios atau mobil van. Banyak orang datang untuk melihat betapa kecilnya tempat ini,” tambahnya.

Saat suasana pagi hari yang sibuk, pengunjung masih bisa menikmati ngobrol dan melihat wajah-wajah yang familiar.

“Bagi sebuah warung kopi, agak sedikit aneh ketika ada orang yang mengantre di bawah hujan, namun mereka senang melakukannya,” kata Adam.

Adam sangat menginginkan sebuah penghargaan untuk warung kopinya.

“Jika tidak sebagai warung kopi terkecil di dunia, mungkin di Inggris, atau apabila ada penghargaan lain semacam itu, aku mau mendapatkannya,” ujarnya.

Adam mengatakan di tengah-tengah masa resesi global seperti saat ini, banyak konsumen suka melihat bisnis kecil. Ia juga mengungkapkan warung kopi miliknya amat berbeda dengan warung-warung kopi lain seperti Starbucks.

“Orang-orang suka datang ke suatu tempat yang baru, bukan ke warung kopi konvensional,” katanya.

Namun, Adam tidak hanya berfokus pada ukuran warung kopinya yang kecil sebagai daya tarik. Seperti warung-warung kopi lain, rasa kopi dan kudapan menjadi salah satu faktor kuat yang menentukan apakah pelanggan akan datang terus atau tidak.

Adam sebelumnya sudah membuka beberapa pub dan bekerja untuk National Trust, namun saat ini ia memantapkan hati untuk sepenuhnya bekerja di warung kopinya yang mungil.

Related Posts

Related Posts

Discussion