• Tag

  • Berita Pilihan

    Jakarta_riot_14_May_1998

    Lembar Hitam Sejarah Indonesia

    Sejarah Sejarah Indonesiabentrokan polisi mahasiswaKerusuhankerusuhan di indonesiatragedi mei 98

    Indonesia. Bangsa besar yang di dalamnya terdapat beragam suku dan budaya. Negeri maritim yang dikenal dengan keramahannya terhadap sesama, khas orang-orang timur. Dengan satu semangat Bhinneka Tunggal Ika, Indonesia adalah negara yang besar yang rakyatnya juga memiliki jiwa yang besar. Perjalanan sejarah memperlihatkan bahwa kemerdekaan yang kita rasakan didapatkan setelah perjuangan panjang melawan penjajahan Jepang dan Belanda. Namun, setelah merdeka, Indonesia juga pernah menorehkan catatan kelam dalam sejarahnya. Bangsa yang besat adalah bangsa yang menghargai sejarahnya. Di bawah bendera yang sama, rakyat pernah saling menumpahkan darah. Peristiwa mencekam yang sesekali kita tengok untuk pelajaran di kemudian hari.

    Malapetaka Lima Belas Januari (Malari)

    malari Lembar Hitam Sejarah Indonesia

    Mahasiswa menyiapkan sebuah demonstrasi untuk menyambut Perdana Menteri Jepang Tanaka Kakuei yang datang berkunjung pada 14-17 Januari 1974. PM Jepang ini dianggap sebagai simbol modal asing yang harus dienyahkan dari Indonesia. Hariman Siregar, Ketua Dewan Mahasiswa Universitas Indonesia saat itu memimpin demonstrasi 400-an mahasiswa untuk menolak kedatangan PM Jepang. Aksi long march dari Salemba menuju Univeritas Trisakti di Grogol, Jakarta Barat pada 15 Januari 1974. Menurut Hariman, kerusuhan terjadi satu jam setelah aksi mahasiswa selesai sekitar pukul 14.30. Massa yang mengaku dari kaum buruh, menyebar dan menyerbu Blok M, Senen, dan kawasan Glodok. Mereka menjarah dan membakar benda-benda buatan Jepang, baik itu elektronik maupun mobil dan sepeda motor buatan Jepang hangus dibakar.

     

    malari2 Lembar Hitam Sejarah Indonesia

    Kerusuhan ini bisa dipandang dari beberapa sudut, diantaranya ada yang memandangnya sebagai demonstrasi mahasiswa menentang modal asing, terutama Jepang. Beberapa pengamat melihat peristiwa itu sebagai ketidaksenangan kaum intelektual terhadap Aspri (asisten pribadi) Presiden Soeharto (Ali Moertopo, Soedjono Humardani, dll) yang memiliki kekuasaan teramat besar. Ada pula analisis tentang friksi elite militer, khususnya rivalitas Jenderal Soemitro dengan Ali Moertopo

    Kerusuhan Banjarmasin (Jumat Kelabu)

    banjarmasin 2 Lembar Hitam Sejarah Indonesia

    23 Mei 1997 merupakan hari terakhir kampanye untuk partai Golkar. Rencananya, kampanye akan dilakukan dengan kampanye simpatik berupa pendekatan kepada kalangan bawah. Kemudian, setengah hari berikutnya, usai ibadah Jumat, kampanye akan dilanjutkan dengan panggung hiburan rakyat. Namun ternyata, massa Golkar yang kebanyakan adalah anak muda, masih melakukan iring-iringan meskipun hari sudah menunjukkan pukul 12.00, waktunya umat Islam untuk ibadah shalat Jumat.

     

    banjarmasin Lembar Hitam Sejarah IndonesiaPlaza Mitra Banjarmasin

     

    Pawai keliling yang menggunakan sepeda motor dengan knalpot yang berisik tentunya mengganggu umat yang sedang berinadah. Polisi sempat melarang mereka melintas saat pawai mendekati Masjid Noor yang berada di wilayah basis PPP, namun Satgas Golkar memaksa untuk lewat dengan alasan ibadahnya tinggal doa penutup saja. Usai shalat Jumat, jamaah yang marah menyerbu massa Golkar, dan warga yang mendenger pun turut bergabung dalam kekacauan tersebut. Usai penjarahan dan bakar-bakaran, lebih dari 100 jiwa melayang akibat kerusuhan ini.

    Kerusuhan Koja

    koja 300x224 Lembar Hitam Sejarah Indonesia

     

    Kejadian ini dilatarbelakangi oleh sengketa antara ahli waris Mbah Priok dengan Pelabuhan Indonesia II, pihak ahli waris mengklaim kepemilikan tanah dengan mendasarkan pada Eigendom Verponding no 4341 dan No 1780 di lahan seluas 5,4 Ha. Namun PN Jakarta Utara pada tanggal 5 Juni 2002 telah memutuskan tanah tersebut secara sah adalah milik PT Pelindo II. Hal ini sesuai dengan hak pengelolaan lahan (HPL) Nomor 01/Koja dengan luas 145,2 hektar. Pemerintah Daerah DKI Jakarta kemudian berencana mengeksekusi tanah sengketa, tetapi ditentang oleh warga yang berakhir dengan pecahnya bentrokan antara aparat dengan warga.

    Bentrokan hebat itu menelan tiga korban jiwa yang merupakan petugas satpol PP.  Ratusan korban luka juga jatuh dari pihak kepolisian, satpol PP, dan warga. Bahkan seorang fotografer dan jurnalis juga menjadi korban luka dalam bentrokan yang terjadi pada 14 April 2010 ini.

    Kerusuhan Mei 1998

    mei3 300x202 Lembar Hitam Sejarah Indonesia

    Mei 1998 merupakan saat paling bersejarah yang dimiliki Indonesia. Kerusuhan besar yang berlangsung 13-15 Mei 1998 ini terjadi karena beberapa sebab, yaitu krisis finansial Asia dan juga dipicu oleh tewasnya empat mahasiswa Trisakti pada 12 Mei 1998. Pada kerusuhan ini juga berbau rasis karena banyak toko-toko milik warga Indonesia keturunan Tionghoa yang dihancurkan, dan bahkan wanita keturunan Tionghoa pun menjadi sasaran amuk massa, mulai dari pelecehan, pemerkosaan, hingga pembunuhan dengan cara yang sangat keji. Hingga tak heran, banyak warga tionghoa yang bergegas meninggalkan Indonesia.

     

    mei2 300x218 Lembar Hitam Sejarah Indonesia

     

    Sebab dan alasan kerusuhan yang berpusat di Jakarta, Bandung, dan Surakarta ini masih banyak diliputi ketidakjelasan dan kontroversi sampai hari ini. Namun demikian umumnya masyarakat Indonesia secara keseluruhan setuju bahwa peristiwa ini merupakan sebuah lembaran hitam sejarah Indonesia, sementara beberapa pihak, terutama pihak Tionghoa, berpendapat ini merupakan tindakan pembasmian (genosida) terhadap orang Tionghoa, walaupun masih menjadi kontroversi apakah kejadian ini merupakan sebuah peristiwa yang disusun secara sistematis oleh pemerintah atau perkembangan provokasi di kalangan tertentu hingga menyebar ke masyarakat.

    Kerusuhan Mei 1998 ini merupakan titik balik dan merupakan akhir dari pemerintahan Orde Baru. Beberapa peristiwa yang terkait dengan kerusuhan ini antara lain Tragedi Semanggi dan Tragedi Trisakti.

    Saat ini, ketegangan kian memuncak karena Mahasiswa dan Masyarakat menentang kenaikan BBM. Kamis (29/3) malam bentrokan mencekam terjadi di kawasan Salemba dan Makassar. Bentrokan yang terjadi antara aparat kepolisian dan mahasiswa berlangsung panas. Semoga gerakan perubahan ini tidak menambah daftar hitam perjalanan sejarah bangsa ini. Tetap satu Bhinneka Tunggal Ika

    Baca juga:

    Insiden di Universitas Trisakti, 12 Mei 1998

    Kronologi Insiden di Universitas Trisakti, 12 Mei 1998

    Posting Terkait
    Posting Terkait
    Diskusi