• Trending

  • Pesawat-tanpa-awak

    Inilah Foto-Foto Pesawat Pembom Tanpa Awak Pertama Buatan Iran

    NasionalPesawat pembompesawat tanpa awak

    Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Pada hari Minggu meresmikan pesawat pembom tanpa awak pertama dibangun di dalam negeri itu, dia menyebut Pesawat itu ‘”duta besar kematian” untuk musuh-musuh Iran’. Pesawat drone sepanjang 4-meter dapat membawa sampai empat ‘Cruise’ rudal  dan akan memiliki kisaran 620 mil (1.000 kilometer).

    “Jet itu, juga sebagai duta kematian bagi musuh-musuh kemanusiaan, memiliki pesan utama perdamaian dan persahabatan,” kata Ahmadinejad pada upacara peresmian, yang jatuh pada hari nasional negara untuk industri pertahanannya.

    Tujuan dari pesawat, bernama Karrar atau striker, adalah untuk “menjaga musuh lumpuh di basis,” katanya, menambahkan bahwa pesawat itu adalah untuk pencegahan dan tujuan defensif.

    Presiden memperjuangkan program militer negara swasembada, dan mengatakan pihaknya akan terus “sampai musuh-musuh kehilangan harapan yang pernah menyerang bangsa Iran.”

    Iran meluncurkan program pengembangan senjata selama perang 1980-1988 dengan Irak untuk mengimbangi embargo senjata AS dan saat ini memproduksi tank sendiri, personel lapis baja membawa, misil dan bahkan pesawat tempur. Iran sering membuat pengumuman tentang kemajuan baru dalam teknologi militer yang tidak bisa diverifikasi secara independen.

    ‘State TV’ kemudian menunjukkan rekaman video dari pesawat lepas landas dan melaporkan bahwa pesawat itu berjalan dengan kecepatan 560 mil per jam (900 kilometer) dan alternatifnya dapat dipersenjatai dengan dua bom 250-pon atau Satu bom 450-pon.

    Iran telah menghasilkan cahaya sendiri, pesawat tak berawak pengawasan sejak akhir 1980-an. Upacara tersebut terjadi sehari setelah Iran memulai bahan bakar reaktor daya pertama nuklirnya, dengan bantuan Rusia.

    Ditengah kekhawatiran internasional atas kemungkinan dimensi militer program nuklirnya. Iran menegaskan hanya tertarik dalam memproduksi listrik.

    Mengacu pada ancaman sesekali Israel terhadap fasilitas nuklir Iran. “Ruang lingkup reaksi Iran akan meliputi seluruh bumi,” kata Ahmadinejad. “Kami juga memberitahu Anda – Orang Barat – bahwa semua opsi ada di meja.”

    Ahmadinejad tampaknya sadar menggemakan terminologi yang digunakan oleh AS dan Israel dalam laporan mereka yang mana tidak mengesampingkan opsi militer terhadap fasilitas nuklir Iran.

    Pada hari Jumat, Iran juga menguji – ‘menembakkan sebuah bahan bakar rudal baru ke permukaan cair (laut danau dan lainnya),dengan nama proyek  Qiam-1, dengan sistem pembinaan lanjutan.

    Berikut Foto – Foto Pesawat Rudal Tanpa Awak Tersebut :

    dan inilah Videonya :

    Sumber Dari Antara : Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad, Ahad, meresmikan satu pesawat kecil jarak jauh baru tanpa awak, Karar, yang dilaporkan dapat membom sasaran-sasaran pada kecepatan tinggi, kata televisi negara itu.

    Gambar televisi menunjukkan presiden bertepuk tangan ketika kain berwarna biru yang menutup pesawat itu dibuka dan terlihat kata-kata di sisi pesawat itu “Bomber Jet”.

    Gambar-gambar itu kemudian disiarkan di televisi yang menunjukkan peawat itu terbang, sementara kantor berita Fars mengutip pernyataan Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi yang mengatakan pesawat itu memiliki jangkauan terbang sampai 1.000km .

    “Jet ini, sebelumnya digembar gemborkan untuk membunuh musuh-musuh, adalah pertanda keselamatan dan martabat bagi kemanusiaan,” kata Ahmadinejad dalam pidatonya meresmikan pesawat itu dalam satu ruangan di Universitas Malek Ashtar Teheran.

    Peresmian pesawat itu dilakukan saat Iran, Minggu memperingati ulang tahun Hari Industri Pertahanannya .

    Laman internet televisi negara itu melaporkan bahwa pesawat itu memiliki “kemampuan besar termasuk membawa bom-bom untuk menghancurkan sasaran-sasaran”. Pesawat itu juga dapat terbang “untuk jarak jauh dengan kecepatan tinggi.”

    Laman internet itu mengutip Vahidi yang mengatakan Karar adalah satu “simbol kemampuan dan kemajuan industri-indstri pertahanan Iran.”

    Peresmian Karar, nama panggilan Imam Ali, imam pertama kaum Syiah dilakukan dua hari setelah Iran menguji coba satu rudal darat ke darat Quam ( Kebangkitan) yang dibuat di dalam negeri.

    Dalam beberapa pekan ke depan Iran diperkirakan akan melakukan serangkaian pengumuman militer saat negara itu memperigati “pekan pemerintah”, satu periode yang digunakan oleh Teheran untuk mengumumkan keberhasilan-keberhasilannya.

    Dalam periode ini Iran juga diperkirakan akan menguji coba generasi ketiga rudal Fateh 110 (Penakluk). Iran sebelummnya memamerkan satu versi Fateh 110 yang mmiliki jangkauan tembakan 150 sampai 200km.

    Juga selama pekan pemerintah itu hasil produksi dari indutri itu yaitu dua kapal cepat yang dapat membawa rudal, Seraj (Lampu) dan Zolfaqar juga akan diresmikan.

    Peresmian Karar itu dilakukan beberapa hari setelah Iran meresmikan empat kapal selam mini baru klas Gahdir buatan dalam negeri. Dengan bobot mati 120 ton kapal selam “siluman” itu ditujukan untuk operasi-operasi di perairan dangkal, terutama di Teluk.

    Para pejabat Iran secara reguler mengutarakan tentang kemampuan militer Teheran dan pernyataan-pernyataan tersebut sehubungan dengan peringatan-peringatan para pejabat lokal terhadap setiap serangan pada Republik Islam itu.

    Sumber dari VOANEWS :

    Iran memamerkan sebuah pesawat tanpa awak baru, dan mengatakan kapal itu mampu melakukan misi-misi jarak jauh.Militer Iran menampilkan pesawat tersebut pada upacara yang dihadiri Presiden Mahmoud Ahamadinejad dan disiarkan langsung pada hari Minggu.

    Para pejabat mengatakan kepada stasiun Press TV milik pemerintah bahwa pesawat yang dinamakan Karrar, atau penyerang, dapat melakukan pemboman jarak jauh terhadap sasaran-sasaran darat dengan kecepatan tinggi.

    Kantor berita Associated Press mengutip Ahmadinejad yang mengatakan pesawat baru itu adalah “utusan kematian” bagi musuh-musuh Iran. Kantor berita Iranian Students menggambarkan pesawat itu sebagai “pesawat pembom yang bisa menipu.”

    Akhir pekan ini juga, Ahmadinejad mengatakan kepada sekelompok cendekiawan bahwa Iran berencana mengirim astronot ke ruang angkasa tahun 2025.

    Ia mengatakan langkah berikut negara itu adalah meluncurkan satelit ke ketinggian 700 kilometer, lalu 1.000 kilometer dalam tiga tahun mendatang.

    Diskusi