paket-cokelat-berselipkan-kondom-dijual-di-minimarket-jelang-valentine

Paket Cokelat Berselipkan Kondom Dijual di Minimarket Jelang Valentine

,

Jelang perayaan Hari Valentine yang jatuh pada tanggal 14 Februari ini, masyarakat dihebohkan dengan temuan bingkisan “unik” yang dijual di beberapa minimarket di sejumlah kota di Indonesia.

Bingkisan “unik” yang disediakan bertepatan dengan momen Hari Valentine ini berupa cokelat yang bersisipkan kondom. Tak pelak paket coklat+kondom ini langsung mendapat respon negatif dari masyarakat.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) keras menangapi penjualan paket hadiah Valentine tersebut. Seperti dikutip dari Liputan6.com, lewat Sekretaris M. Ikhsan lembaga tersebut mengatakan bahwa sudah ada laporan tentang temuan paket coklat dengan sisipan kondom di beberapa supermarket di Jakarta, Bandung, Depok, Medan, dan Manado. Pihaknya pun segera bertindak dengan mengirim surat edaran ke sejumlah pemda dan supermarket untuk menarik paket Valentine tersebut.

22348 02050512022012 cokelat Paket Cokelat Berselipkan Kondom Dijual di Minimarket Jelang ValentineSementara itu, pihak Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyerukan aksi boikot atas minimarket yang menjual produk yang menmpromosikan porno aksi tersebut. Diwawancarai oleh Republika, Amidhan yang merupakan Ketua MUI menyarankan agar warga berbelanja di pasar tradisional saja.

Berdasarkan laporan dari masyarakat, beberapa minimarket menjual paket cokelat bersisipkan kondom yang dijual cukup murah, sekitar Rp.35ribu-Rp.50 ribu. Paket-paket ini bahkan ditempatkan di tempat yang strategis dan mudah diketahui seperti di etalase kasir.

Di Pacitan, Metro TV melaporkan bahwa ada paket cokelat+kondom yang dijual di beberapa minimarket. Pihak berwajib diberitakan segera turun tangan dan mengamankan produk-produk yang mengancam para remaja Indonesia tersebut. Namun, ketika para wartawan hendak mengambil foto paket itu, para polisi melarang dan mereka tampak ingin menutup-nutupi berita tersebut.

Di Yogyakarta, pencarian paket cokelat+kondom di sejumlah minimarket yang dilakukan oleh wartawan detikcom juga tak menemukan hasil. Wiwiek Yusuf, Direktur Marketing Indomaret, ketika dihubungi mengatakan bahwa pihaknya tidak menjual paket seperti itu.

Memang, setelah pemberitaan dan desas-desus tentang temuan paket Valentine ini ramai diperbincangkan terutama di dunia maya, paket itu langsung menghilang dari pasaran.

Hari Valentine selalu identik dengan cokelat. Muda-mudi Indonesia pasti banyak yang membeli cokelat untuk kemudian diberikan kepada orang yang mereka sayangi, termasuk pacar.

Dengan adanya paket cokelat berselipkan kondom ini, masyarakat menilai ada pihak tak bertanggung jawab yang seakan ingin memanfaatkan momen Valentine ini untuk mendongkrak penjualan produk mereka. Masyarakat khawatir moral para ABG bisa rusak apabila mereka membeli paket Valentine tersebut.

Komentar

Berita Terbaru