Bank Mini oleh Siswa untuk Siswa
Nasionalbank miniBank Mini Sekolahbank sekolahSMA Negeri 2 Surabaya baru saja mendirikan sebuah bank mini yang dikhususkan bagi lingkungan sekolah. Bank mini sekolah tersebut merupakan pertama dan satu-satunya di Surabaya. Bank mini ini berperan seperti halnya bank umum. Berbagai transaksi, mulai dari menabung sampai mengucurkan kredit ringan dapat dilakukan di sini. Hanya saja, yang membedakannya, ruang lingkup operasi bank ini dikhususkan untuk melayani warga SMA Negeri 2 Surabaya saja. Disamping itu, bank sekolah ini tidak berorientasi pada keuntungan, tetapi lebih kepada proses pendidikan perbankan bagi siswa.

Bank mini sekolah ini didirikan atas kerja sama dengan beberapa bank. Namun, untuk pengoperasiannya akan dijalankan oleh para siswa. Para siswa ini terlebih dahulu mengikuti pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak bank. Pengelolaan semua kegiatan keuangan dipercayakan sepenuhnya pada siswa, dengan guru sebagai pembimbingnya. Kepala SMAN 2 dengan sambutan antusias mengatakan bahwa Bank Mini ini akan berfungsi sebagai laboratorium IPS (perbankan).
Tata ruang bank mini ini persis seperti tata ruang bank pada umumnya. Meja teller, customer service dan juga meja transaksi lainnya dapat ditemukan di sini. Sebenarnya gagasan tentang bank mini ini sudah ada sejak dua tahun lalu. Diharapkan, keberadaan bank semacam ini mampu menggiatkan kembali budaya menabung dikalangan siswa. Sekaligus juga sebagai wadah bagi siswa untuk terjun langsung mempelajari sistem perbankan lewat proses learning by doing.
Sebelumnya, SMK Negeri 3 Jepara, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, juga sudah lebih dulu mendirikan bank serupa, untuk membantu praktik akuntansi dan perbankan syariah siswa. Di bank tersebut sudah dilengkapi alat penghitung uang dan juga pendeteksi uang palsu. Bedanya, bank mini di SMK Negeri 3 belum mempunyai sistem komputerisasi perbankan seperti di SMA Negeri 2 Surabaya. Pembuatan laporan keuangan dan penjurnalan masih dilakukan secara manual.

- Bank di SMK Negeri 3 Jepara
Adanya program-program semacam pembangunan bank mini di sekolah ini tentulah sangat positif. Dengan begitu, siswa tidak hanya mengetahui sebatas teori, melainkan bisa langsung belajar dari kondisi riil. Harapan kita semua tentunya, akan semakin banyak sekolah-sekolah yang mengadakan program-program serupa, tidak terbatas pada bidang perbankan saja. Dukungan pemerintah dalam hal ini tentu saja sangat diperlukan.
Discussion