Puisi Puisi Romantis di Hari Valentine
Nasionalhari valentinekumpulan puisi- Uang Kuliah Tunggal (UKT) UNDIP Tertinggi Mencapai Rp 18,5 Juta - 29 May 2013
- David Beckham Gantung Sepatu - 17 May 2013
Terkadang isi perasaan tidak hanya di wujudkan dengan perilaku saja. Selain memberikan hadiah atau kejutan kejutan kecil, kata kata romantis juga sangat penting. Jangan malu untuk bersikap romantis sekali kali. Apalagi terhadap orang orang yang anda sayangi. Namun, jika anda tetap saja malu mengucapkan nya secara langsung, anda bisa menulisnya dalam bentuk surat. Yaps Surat! Cara klasik namun sangat manis.

Letakkan puisi puisi yang anda buat di atas tempat tidur, meja rias, meja makan. Atau tempat tempat lain yang sering di lewati oleh orang yang anda sayangi. Jika anda sedang stuck, tidak punya ide untuk menulis sesuatu. Mungkin beberapa puisi di bawah bisa menginspirasi anda.
Perahu itu..
Saat, keinginan berlayar tak tertahan
Kubawa hati mengarungi samudera nan terbungkus awan
Indah, seindah rasa menyelimuti harapan
Tentang asa, cita-cita dan masa depan
Kupenuhi perahu dengan segumpal CINTA
Kugantungi secercah cahaya sebagai penyerta
Kuhiasi dinding-dindingya dengan rindu yang sejuta
Kukayuh sesekali dengan cemburu dan air mata
Dan….
Ketika perahu terlalu sarat akan beban
Ketika terbentuk hasrat memiliki perahu tambahan
Ketika aku tak sanggup mengayuh sendirian
Aku tergulung ombak demikian kencang
Terguncang keras menerpa bebatuan karang
Meninggalkan cerita tentang harapan, terbuang
Mengikis gumpalan CINTA yang terlanjur memberi terang
Aku tenggelam
Perahuku karam
By.Unknown
Merah, mawar merah
O kekasih ku yang merah, merah mawar
Ini adalah awal musim semi di bulan juni
O kekasih ku yang seperti melodi
Ini merupakan permainan nada yang manis
Engkau adalah seni nan cantik, engkaulah gadisku
Terlalu dalam cinta yang kumiliki.
Dan aku akan tetap mencintaimu,sayangku
Hingga lautan menjadi kering
Hingga lautan menjadi kering, sayangku
Dan batu meleleh oleh matahari
Aku akan terus mencintaimu sayang ku
Sementara pasir akan berlari
Dan kau tetap cinta ku seorang
Dan aku akan datang lagi, cintaku
Walaupun jarak nya ribuan mil
by Robert Burns
Maukah menjadi kekasihku?
Jadilah Valentine ku, untuk ku
Sepanjag hari selalu bersama mu
Seluruh hidupku takkan mampun mengaturnya
Namun senyummu membuatku mampu.
Menakhlukkan kesendirianku
Layaknya sebuah cayaha baru
Biarkan aku menjadi valentine mu
Dan menjadi milikmu
Membutuhkan apa yang bisa kuberi
Saling menguatkan, saling memberi
Dalam persahabatan dalam harmonisasi
Sekarang kau dan aku dalam alunan melodi
Saling membantu, saling menyinari
Kemana saja aku pergi
Kau tetap selalu di hatiku
Kemanapun aku pergi
Di hari valentine, seperti yang ku bilang
Aku perduli melebihi yang kau tahu
By Joanna Fuchs
Cinta Pertama
Aku belum pernah berhenti dalam waktu
Dengan cinta yang mendadak dan sangat manis
Wajarnya mekar seperti bunga yang manis
Menggetarkan hatiku dengan sempurna
Wajahku memucat, pucat kematian
Kakiku tak lagi mampu berjalan
Dan ketika dia terlihat kesakitan
Hidupku dan semua nya terlihat seperti tanah liat
Dan kemudian darahku menyerbu wajahku
Dan membutakan pengelihatanku
Pohon pohon dan semak mengelilingi
Terlihat bagai tengah malam di tengah hari
Aku tak bisa melihat satu benda pun
Banyak kata kata dari mataku
Mereka berbicara seperti utaian ragkaian nada
Dan darah menggelegak di hatiku
Apakah ini pilahan bunga bunga musim dingin?
Apakah taman cinta selalu bersalju?
Dia seperti tahu apa isi hatiku
Cinta tak berseru untuk tahu
Aku tak pernah melihat wajah yang manis itu
Seperti tempatku berdiri sebelumnya
Hati ku seperti tempat tak berpenghuni
Dan tak ada yang dapat kembali lagi
by John Clare
Bagaimana aku mencintaimu?
Bagaimana aku mencintaimu? Biarkan aku mengetahui caranya
Aku mencintaimu terlalu dalam, luas dan terlalu tinggi
Jiwaku dapat meraih, ketika perasaan itu tak terbendung lagi
Untuk akhir dari sebuah awalan dan keanggunan
Aku mencintaimu dan selalu meningkat setiap harinya
Palig senyap dari yang dibutuhkan, oleh mentari dan cahaya lilin
Aku mencintaimu dengan Cuma Cuma,
layaknya pria yang memperjuangkan keadilan
aku mencintaimu dengan murni, seperti mereka yang memuji
aku mencintai dengan besar dari dahulu
dalam kesedihan tuaku, dan kepahitan masa kecilku
aku mencintaimu dengan cinta yang terlihat hilang
atas kesucian, aku mencintaimu dengan nafas
senyuman, tangisan, dan semua dalam hidupku, dan jika tuhan memutuskan
aku akan, namun cintaku padamu lebih kekal setelah kematian.
by Elizabeth Barrett Browning
