• Trending

  • Bnajir-Jakarta

    Peta Wilayah Rawan Banjir Jakarta Januari-Februari 2012

    Nasionalbanjirbanjir 2012banjir jakartapeta banjir

    Jakarta kebanjiran, di Bogor angin ngamuk
    Rumeh ane kebakaran, gara-gara kompor meleduk
    Ane jadi gemeteran, wara-wiri keserimpet
    Rumah ane kebanjiran, gara-gara got mampet

    Pernah dengar bait lirik lagu itu? Legenda Betawi Benyamin Sueb menyanyikan bait yang dicuplik dari lagu berjudul “Kompor Meleduk” itu tahun 1970 , 42 tahun yang lalu.

    Namun, lagu yang sempat didaur ulang oleh band elektronik Agrikulture itu ternyata masih relevan apabila kita nyanyikan sekarang. Penyakit yang telah menahun ini sepertinya susah sembuh, atau mungkin tak bisa sembuh?

    Hari ke-5 di tahun baru 2012 ini, hujan lebat pertama mengguyur seluruh wilayah Jakarta dan angin kencang yang ikut serta menumbangkan banyak pohon dan merubuhkan beberapa papan reklame di pinggir jalan.

    Sejumlah orang luka-luka dan setidaknya satu orang tewas akibat insiden tumbangnya pohon di sekitar Istana Negara. Sehabis hujan reda, bukan pelangi yang kita dapatkan tetapi genangan-genangan air yang menutupi sebagian besar jalan.

    Pemandangan ini sangat galib ditemui masyarakat Jakarta yang menyerahkan mandat untuk mengatasi permasalahan ibukota kepada “ahlinya” di tahun 2007 yang lalu.

    Mengapa banjir selalu mewarnai Jakarta? Kota ini memang sudah mempunyai riwayat banjir sejak berabad-abad yang lalu karena permukaan tanahnya yang rendah.

    Menurut beberapa sumber, banjir hebat tercatat pernah melanda Jakarta pada 1621. Banjir dahsyat terakhir menerjang rumah-rumah warga pada 2007.

    Belanda yang datang pertama kali lewat VOC-nya pun tahu bahwa banjir kerap mengancam, oleh karena itu mereka membangun kanal-kanal yang sisanya masih bisa kita saksikan di sekitar kawasan wisata Kota Tua sampai kawasan bisnis Mangga Dua.

    Bendungan Empang dan Katulampa pun dibangun untuk membendung aliran air. Sungai Ciliwung diolah, kanal-kanal ditambah. Usaha Belanda untuk mengatasi banjir Jakarta yang kala itu dikenal dengan nama Batavia sangatlah serius karena perdagangan dunia bergantung pada kota yang dulu pernah diberi julukan Kota Surga Abadi ini.

    Namun, bahkan setelah penjajah Belanda berhasil diusir dari tanah air, masalah banjir tak juga bisa ditanggulangi sepenuhnya. Semakin parah bahkan.

    Lewat program yang secara salah kaprah dikenal dengan nama Banjir Kanal Barat dan Timur (seharusnya Kanal Banjir), pemerintah propinsi berusaha mengendalikan air hujan dan banjir kiriman dari Bogor dan Puncak yang kerap datang tanpa diundang.

    Pembangunan kanal raksasa yang telah ada rancangan dasarnya sejak 1973 ini tak kunjung selesai karena proses pembebasan lahan yang pelik dan minimnya dana yang dimiliki pemerintah.

    Sesungguhnya, masalah banjir Jakarta tak bisa diselesaikan dengan hanya mengandalkan keahlian pemerintah saja. Perlu kontribusi masyarakat yang harus terlibat aktif dalam proses penanggulangan bencana banjir.

    Masih banyak kita temui orang-orang yang seenak hati membuang sampah sembarangan. Selain itu, banyak keluarga yang membangun tempat sampah mereka di atas selokan di depan rumah.

    Sampah yang kita masukkan ke tempatnya itu bisa saja masuk ke selokan akibat terbawa angin atau ketika tempat sampah terlalu penuh sehingga membeludak.

    BMKG memprediksi curah hujan akan sangat tinggi sepanjang bulan Januari-Februari. Terlepas dari isu siklus banjir lima tahunan yang sudah dibantah oleh pihak BMKG, kita perlu was-was akan datangnya banjir tahun ini.

    Beberapa wilayah di Indonesia juga mengalami banjir setelah pergantian tahun. Bahkan sejumlah daerah di Samarinda, Jambi, Bogor, dan beberapa kota di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang dulu tidak pernah terendam banjir tahun ini ikut pula terkena akibat tingginya curah hujan.

    Di Jakarta sendiri, ada beberapa lokasi yang terkena banjir padahal sebelumnya tak pernah tersentuh oleh genangan air seperti kawasan pemukiman elite di Menteng. Wilayah langganan banjir seperti Pasar Minggu dan Tebet semakin meluas daerah rawan banjirnya.

    Banjir rob di kawasan Jakarta Utara pun menjadi semakin lama merendam pemukiman di sekitar Penjaringan. Menurut harian Kompas, rob biasanya hanya merendam jalanan selama sehari.

    Namun kali ini genangan air terus ada bahkan sampai 5 hari. Yayat Supriatna, pakar perkotaan dari Universitas Trisakti mengatakan bahwa kawasan-kawasan seperti Pondok Labu yang dulunya bebas banjir menjadi daerah rawan akibat perubahan genangan air.

    Ia menegaskan bahwa sekarang ini, kawasan yang bukan langganan banjir bisa saja terendam.

    Sudah saatnya kita sadar akan bahaya yang sudah ada di depan mata. Pemerintah sudah terbukti belum mampu mengatasi banjir Jakarta. Kalau bukan kita sendiri, siapa lagi?

    Di bawah ini peta daerah rawan banjir di Jakarta Januari-Februari 2012, semoga berguna.

    Januari 2012

    dki1 Peta Wilayah Rawan Banjir Jakarta Januari Februari 2012

    Februari 2012

    dki2 Peta Wilayah Rawan Banjir Jakarta Januari Februari 2012

    Diskusi