Festival Film Jerman 2012 Kini Tayang di Indonesia
Hiburanfestival filmfilm 2012film jermanSatu lagi event yang ditunggu-tunggu oleh para pecinta film akan segera digelar di Indonesia yaitu German Film Festival 2012. German Film Festival 2012 digelar dari tanggal 14 Januari hingga 25 Januari 2012 di lima kota di Indonesia. German Film Festival 2012 akan menggebrak bioskop-bioskop di Jakarta, Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Makassar. Melalui jaringan bioskop 21, para pecinta dan penikmat film akan disuguhkan dengan daftar film-film Jerman berkualitas sebagai alternatif tontonan di tengah maraknya serbuan film-film Hollywood di Indonesia. Ingin tahu film-film apa saja yang akan diputar? Berikut daftar film yang akan diputar pada Festival Film Jerman 2012.
1. Almanya – Wilkommen in Deutschland
Film ini mengeksplorasi cerita tentang krisis identitas seorang Jerman keturunan Turki yang akhirnya melakukan penelusuran ulang terhadap budaya aslinya hingga ke Anatolia, salah satu kota di Turki. Film ini disutradarai oleh Yasemin Samderelli dan dibintangi sejumlah aktor dan aktris Jerman berdarah Turki. Film ini menarik disimak untuk melihat visualisasi realitas budaya yang terjadi di Jerman.
2. John Rabe
Film yang mengisahkan pengorbanan seseorang bernama John Rabe di tengah konflik Perang Dunia II ketika Jerman dalam diperintah rezim Nazi. Film yang menarik dengan didukung oleh sutradara Florian Gallenberger dan dereta aktor dan aktris yang berasal dari berbagai etnis. Menarik untuk ditonton karena film ini menguak sisi kemanusiaan pada masa perang.
3. The Baader Meinhof Complex
Satu lagi film yang dilatarbelakangi isu Nazi. Film ini justru menceritakan efek fasisme di Jerman pada tahun 1970-an jauh setelah rezim Nazi jatuh. Menguak dilema yang melanda seorang kepala polisi Jerman yang harus memburu para teroris muda yang merupakan representasi wajah baru fasisme di Jerman. Film ini disutradarai oleh Uli Edel.
4. Das Lied in Mir
Film yang disutradarai Florian Micoud Cossen ini berangkat dari ide yang sama dengan film Almanya – Wilkommen in Deutschland yang mengangkat soal-soal krisis identitas. Perbedaannya terletak pada penggambaran krisis identitas melalui pencarian jati diri dan keberedaan orang tua biologis dari Maria, tokoh utama dalam film ini.
5. Goethe!
Film ini mengangkat konflik antara ayah dan anak di mana Johann Goethe, tokoh utama dalam film ini, harus mengikuti kemauan Sang Ayah untuk melanjutkan pendidikan ke sebuah sekolah hukum. Dibumbui dengan kisah cinta tak sampai semakin membuat film ini terasa kelam. Film ini disutradarai oleh Phillipp Stolzl.
6. Lila, Lila
Satu lagi isu tak biasa yang diangkat oleh film ini adalah mengenai originalitas sebuah karya. Film yang disutradarai oleh Alain Gsponer ini menceritakan perubahan kehidupan seorang pemuda yang mengklaim sebagai penulis sebuah manuskrip ketika penulis asli dari manuskrip itu muncul dan menjelaskan jati dirinya ke hadapan publik.
7. Die Fremde
Isu-isu yang seputar kehidupan budaya masyarakat Imigran Turki di Jerman selalu menjadi inspirasi yang tak habis-habis bagi film-film Jerman. Begitu pun halnya dengan film yang disutradarai Feo Aladag yang bercerita mengenai seputar dilema antara seorang pemuda yang dihadapkan pada pilihan untuk mempertahankan pernikahannya dan kecintaan terhadap budaya Turki. Menarik untuk disimak bagaimana Aladag menkombinasika formula kisah ‘patah hati’ dengan sebuah realitas kecanggungan budaya di Jerman.
8. Poll

Film ini hadir justru dengan ide dasar yang kurang populer dan cenderung klasik yakni mengenai hasrat terhadap ilmu pengetahuan. Menceritakan seorang gadis berusia 13 tahun yang memiliki ketertarikan tinggi terhadap sains dan dihadapkan kepada keadaan di mana dia harus memutuskan apakah kemampuan sainsnya akan dipergunakan untuk kemaslahatan ataukah pencapaian kekuasaan. Film ini disutradarai oleh Chris Kaus.
9. Vincent will Meer
Satu lagi film Jerman yang hadir dengan ide yang tidak biasa. Film yang disutradarai Ralf Huettner ini menceritakan usaha pencurian yang dilakukan oleh ketiga pengidap penyakit kronis. Pencurian yang mereka lakukan pada akhirnya akan menimbulkan ekses yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Menarik untuk melihat bagaimana Huettner mengemas sebuah tindakan kriminal dengan tragedi personal yang menimpa masing-masing pelakunya.
10. Die Welle
Berbeda dengan film-film lainnya, film ini mengangkat cerita tentang seorang guru yang berusaha merubah sistem pendidikan konservatif dan ortodoks di tempatnya mengajar menjadi lebih moderat dan demokratis. Film yang disutradarai oleh Dennis Gansel ini wajib ditonton oleh orang-orang yang peduli dengan dunia pendidikan.
Bagi anda pencinta film tak ada salahnya meluangkan sedikit waktu luang anda untuk mencicipi tontonan alternatif yang ditawarkan oleh deretan film Jerman berkualitas pada German Film Festival 2012 ini. Bagi anda yang tertarik dan berniat untuk menyaksikan German Film Festival 2012, anda dapat menghadiri pemutaran film-film Jerman tersebut sesuai jadwal berikut:
- Jakarta, 14-16 Januari 2012 di Emporium XXI dan Hollywood KC
- Yogyakarta, 17-19 Januari 2012, di Empire XXI
- Surabaya, 20-22 Januari 2012 di Ciputra
- Medan, 24-25 Januari 2012 di Paladium
- Makassar, 24-25 Januari 2012 di Panakukang XXI
Selamat Menonton!









Discussion