Tips Penyajian Susu Formula Untuk Anak

,

aa3 Tips Penyajian Susu Formula Untuk Anak

Niat kementerian Kesehatan untuk mengumumkan daftar susu formula yang tercemar bakteri Enterobacter sakazakii pada pertengahan Juli 2011 sangat dinantikan banyak kalangan, terutama kaum ibu yang masih mempunyai balita.
ilustrasi Bagi anda yang masih memberikan susu formula kepada buah hati, ada baiknya memperhatikan hal-hal berikut. Pada dasarnya, bakteri sakazakii mengkontaminasi susu formula melalui tiga cara, Pertama, Bahan baku yang digunakan untuk membuat susu formula. Kedua, kontaminasi oleh bahan bahan yang ditambahkan ke susu formula setelah dilakukan pasteurisasi, Ketiga,kontaminasi pada saat susu formula disajikan ke bayi oleh ibunya dan proses penyimpanan sisa susu formula yang tidak bagus.

Para ahli mengharapkan ibu-ibu yang memberikan bayinya susu formula untuk lebih memahami fakta bahwa tidak ada satupun susu formula yang benar benar steril. Kaum ibu diharapkan mampu menyajikan susu formula untuk bayinya dengan cara yang sehat dan sebersih mungkin.

Persiapan yang harus dilakukan untuk menyajikan susu formula :

• Cuci tangan dengan sabun sebelum melakukan sterilisasi peralatan minum bayi
• Cuci semua peralatan (botol, dot, sikat botol, sikat dot) dengan sabun dan air bersih yang mengalir.
• Gunakan sikat botol untuk membersihkan bagian dalam botol dan sikat dot untuk membersihkan dot agar sisa susu yang melekat bisa dibersihkan.
• Bilas botol dan dot dengan air bersih yang mengalir.
• Bila menggunakan alat sterilisator buatan pabrik, ikuti petunjuk yang tercantum dalam kemasan.
• Bila mensterilisasi dengan cara direbus:
– Botol harus terendam seluruhnya sehingga tidak ada udara di dalam botol.
– Panci ditutup dan dibiarkan air sampai mendidih selama 5–10 menit.
– Biarkan botol dan dot di dalam panci tertutup dan air panas sampai segera akan digunakan.
• Cuci tangan dengan sabun sebelum mengambil botol dan dot.
• Bila botol tidak langsung digunakan setelah direbus:
– Keringkan botol dan dot dengan menempatkannya di rak khusus botol pada posisi yang memungkinkan air rebusan menetes.
– Setelah kering, botol disimpan di tempat yang bersih, kering, dan tertutup.
– Dot dan penutupnya terpasang dengan baik.

Menyiapkan dan menyajikan susu formula

• Bersihkan permukaan meja yang akan digunakan untuk menyiapkan susu formula.
• Cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, kemudian keringkan dengan lap bersih.
• Rebus air minum sampai benar-benar mendidih selama 10 menit dalam panci tertutup.
• Setelah mendidih, biarkan air tersebut di dalam panci atau ketel tertutup selama 10–15 menit agar suhunya turun menjadi kurang lebih 70 derajat celcius . Atau gunakan 1 bagian air dingin dicampur dengan 2 bagian air panas.
• Tuangkan air tersebut sebanyak yang dapat dihabiskan oleh bayi (jangan berlebihan) ke dalam botol susu yang telah disterilkan.
• Tambahkan bubuk susu sesuai takaran yang dianjurkan pada label dan sesuai kebutuhan bayi.
• Tutup kembali botol susu dan kocok sampai susu larut dengan baik.
• Coba teteskan susu pada pergelangan tangan. Bila masih terasa panas, dinginkan segera dengan merendam sebagian badan botol susu di dalam air dingin bersih sampai suhunya sesuai untuk diminum.
• Sisa susu yang telah dilarutkan dalam botol sebaiknya dibuang setelah 2 jam. Dalam suhu udara biasa di ruangan terbuka, susu formula yang belum diminum dapat bertahan 3 jam. Bila disimpan dalam kulkas dapat bertahan 24 jam. Hangatkan dengan cara merendam dalam air panas sebelum diberikan.

Untuk menghindari infeksi bakteri Sakazakii tersebut, ada baiknya kaum ibu memberikan ASI ekslusif selama enam bulan dan dilanjutkan sampai 2 tahun seperti rekomendasi WHO, karena tidak ada satupun bayi yang diberikan ASI ekslusif mengalami infeksi bakteri Sazakaii.

Komentar

Berita Terbaru