Karena Korban Tidak Berteriak, Seorang Hakim Jatuhkan Vonis Bebas ke Pemerkosa

Karena Korban Tidak Berteriak, Seorang Hakim Jatuhkan Vonis Bebas ke Pemerkosa

Absurd, itulah yang terjadi dalam sebuah peradilan di Kota Turin Italia. Majelis Hakim akhirnya membebaskan terdakwa yang dituntut karena melakukan tindak pemerkosaan.

Dikutip dari KTLA (24/3), tindak pemerkosaan tersebut terjadi di sebuah ranjang rumah sakit di kota Turin. Pelakunya adalah seorang pria berumur 46 tahun.

Sang korban sendiri saat ditanya hakim mengaku tidak berteriak tetapi mengatakan sebuah kata yang dalam bahasa indonesia bisa diterjemahkan “cukup”.

Atas dalih korban yang tidak berteriak itulah hakim kemudian memvonis bebas terduga pelaku pemerkosaan. Pihak pengacara korban punya alasan kenapa kliennya tidak berteriak, kliennya dikatakan tidak berteriak karena kesulitan dan mengalami sakit saat kejadian.

Keputusan hakim tersebut menjadi kontroversi dan berujung pihak kementerian kehakiman Italia memerintahkan penyelidikan menyeluruh atas kasus tersebut.

Kecaman kepada hakim juga datang dari para pembela hak asasi perempuan di Italia yang menilai hanya karena korban tidak berteriak dan minta tolong, bukan berarti hakim bisa membebaskan terdakwa pelaku pemerkosaan.

Pendapat Anda